30% Pekerja Gunakan “Sakit” Sebagai Alasan Tidak Ngantor

Ketika salah satu pekerja Anda menyatakan bahwa mereka tidak bisa masuk ke kantor pada hari itu karena sakit, mungkin Anda perlu berpikir dua kali untuk mempercayainya. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Career Builder, ditemukan bahwa sebanyak 30% responden mengatakan bahwa mereka tidak dapat masuk kantor karena sakit, padahal sebenarnya baik-baik saja. Alasannya cukup sederhana, karena mereka sedang tidak ingin bekerja.

Career Builder melakukan survey ini kepada 2.203 para praktisi HR dan 3.103 pekerja di Amerika Serikat. Hasilnya, ditemukan bahwa 30% responden yang tidak masuk kantor dengan alasan sakit, disebabkan karena mereka tidak mood untuk ke kantor pada hari itu. Sebanyak 29% responden menyatakan bahwa mereka ingin beristirahat dan sebanyak 19% ingin tidur lebih lama. Hanya 11% yang benar-benar sakit.

Baca juga: Menghadapi karyawan yang sering sakit

Dalam survey ini ditemukan bahwa banyak pekerja yang membuat alasan palsu ketika sedang tidak dibutuhkan. Meskipun sebagian besar responden menyatakan mereka punya jatah cuti yang bisa dimanfaatkan, sebagian lagi sebanyak 23% merasa perlu membutuhkan alasan ketika ingin libur sejenak dari pekerjaan mereka.

Namun ternyata banyak perusahaan yang tidak langsung menerima mentah-mentah alasan sakit tersebut.  Lebih dari 30% manager akan melakukan pengecekan apakah pekerja mereka benar-benar sakit. Salah satunya adalah dengan meminta surat sakit dari dokter. Ada lagi yang cukup ekstrim. Beberapa perusahaan bahkan mengunjungi rumah si pekerja untuk memastikan bahwa ia benar-benar di rumah.

Memalsukan alasan sakit dapat memberikan konsekuensi tertentu. Hampir 20% perusahaan pernah memecat pekerja mereka karena alasan sakit palsu. Bahkan beberapa perusahaan melakukan pengecekan melalui jejaring sosial. Satu dari empat perusahaan yang disurvey menyatakan bahwa untuk mengetahui apakah karyawan mereka memalsukan alasan ataukah tidak dengan mengecek jejaring sosial mereka. Dengan cara ini, hanya 22% yang benar-benar memecat pekerja mereka, namun 54% lebih cenderung memaafkan dan menegur pekerja mereka atas alasan sakit palsu tersebut.

Secara keseluruhan, pekerja di bidang pelayanan bisnis dan penjualan adalah pekerja yang sering absen sakit dalam setahun terakhir. Sebaliknya, pekerja di bidang IT, retail, dan leisure & hospitality, merupakan pekerja yang paling jarang absen sakit.

Baca juga: 10 Alasan paling aneh untuk bolos kerja

 

Tags: , ,