10 Langkah untuk Bangkit dari PHK

PHK

PHK sering menjadi momok yang terdengar menakutkan. Meski tidak diinginkan, PHK bisa menghantui siapa saja. Terlebih jika ada tanda-tanda yang mengarah ke sana. Namun demikian, PHK bukan berarti kiamat. Kabar gembiranya, jika Anda mendapati kenyataan menerima pemecatan, jangan pernah khawatir. Ada cara-cara jitu untuk segera bangkit.

Seperti kabar di bawah ini, tentu bukanlah kabar yang sedang ditunggu-tunggu. Hanya dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan besar mengumumkan tiga PHK besar. Masing-masing, Pepsi memecat 8.700 pekerjaan. American Airlines memotong 13.000 pekerjanya. Dan terakhir, Kraft melakukan lay-off kepada 1.600 karyawan.

Meskipun angka pengangguran keseluruhan trennya menurun, toh PHK masih merupakan kemungkinan yang sangat nyata. Berikut ini adalah 10 langkah, seperti ditulis forbes.com, yang harus diambil jika Anda telah diberhentikan dari pekerjaan.

1.Remain professional to others. Tetaplah menjadi profesional bagi orang lain. PHK bukanlah alasan untuk memberikan ke semua orang apa yang ada di pikiran Anda. Anda juga tidak perlu memposting film dramatis di YouTube. Ingatlah, ini adalah waktu yang sulit untuk semua orang, bahkan bagi orang yang tidak kehilangan pekerjaan. Jangan menambah situasi sulit dengan tindakan yang tidak perlu.

2.Stay positive to yourself. Tetap positif kepada diri sendiri. Ini juga bukan waktu untuk memasukkan kata-kata negatif untuk diri sendiri. Mungkin Anda menyesal tidak memulai pencarian kerja dengan cepat atau tidak sempat menyimpan banyak uang. Memikirkan apa yang mungkin terjadi tidak akan membantu Anda dan hanya akan menambah rasa cemas dan frustrasi. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal yang akan memberikan Anda kepercayaan diri.

3.Negotiate your package and end date. Paket pesangon sering dinegosiasikan. Perhatikan tanggal akhir Anda karena ini menentukan berapa lama Anda memiliki asuransi, berapa banyak uang pensiun Anda, atau berapa banyak yang dibayar dari jatah cuti Anda. Jangan merasa seperti Anda harus menandatangani apa pun dengan segera. Pastikan Anda memahami paket Anda dan jangan takut untuk mengajukan pertanyaan.

4.Consider lateral transfers, both permanent and temporary. Departemen Anda mungkin merumahkan staf, tetapi bisa jadi di departemen lain sedang bertumbuh. Jangan lupa untuk mempertimbangkan anak perusahaan atau usaha patungan dari majikan Anda. Tanyakan tentang peluang menjadi konsultan, karena terkadang departemen tidak memiliki jumlah pegawai tetap tetapi mereka memiliki anggaran untuk membayar konsultan dan mereka bisa mendapatkan keuntungan dari memiliki seseorang yang sudah tahu seluk-beluknya internal.

5.Prepare your story to explain what happened. Ketika ada PHK besar dan menjadi berita utama di media, mudah untuk meringkas cerita Anda. Tapi untuk yang tidak banyak diketahui ada restrukturisasi, Anda harus menjelaskan ke jaringan Anda dan prospective employers apa yang terjadi. Anda bisa bercerita bahwa departemen saya mengalami restrukturisasi, atau peran saya terpecah antara dua atau lebih kepada karyawan, atau daerah saya pindah ke kantor pusat. Pastikan cerita Anda sesuai dengan apa yang akan dikatakan oleh manajer Anda atau sumber resmi lain di departemen.

6.Collect contact info for when you leave. Jangan lupa untuk mendapatkan nomor kontak person karyawan yang masih bekerja di perusahaan. Siapa tahu Anda masih membutuhkannya. Mereka mungkin juga akan diberhentikan setelah giliran Anda, sehingga Anda pun akan terputus ke akses informasi di perusahaan. Lebih aman lagi memang, jika memiliki informasi penting di file pribadi Anda sejak dini.

7.Leave on a positive note with your manager, colleagues and HR. Bila Anda akhirnya keluar, jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada semua orang. Bahkan bagi orang yang tidak kehilangan pekerjaan, mereka mungkin merasa bersalah, bahkan cemas karena giliran itu bisa menimpa mereka untuk menjadi rombongan berikutnya yang akan dipecat. Ketegaran ketika Anda keluar akan meyakinkan mereka bahwa Anda memiliki kepercayaan diri untuk bisa tetap bertahan dan tetap menjadi kolega yang baik.

8.Take time to assess and reflect. Ini adalah perubahan besar jadi jangan merasa seperti Anda harus pergi dari tugas Anda untuk mencari pekerjaan anda segera. Jangan takut untuk mengambil beberapa hari untuk mengurus semua ‘proyek’ pribadi Anda yang selama ini terlupakan seperti pemeliharaan rumah, janji dengan dokter, atau berkunjung ke teman dan keluarga.

9.Run the numbers on your cash situation. Ingatlah, jangan meremehkan waktu yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Anda akan masuk ke pasar kerja bersama dengan ribuan orang lainnya. Anda mungkin belum mendapatkan pekerjaan di tahun ini. Sekarang Anda tahu paket pesangon Anda, menghitung berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk masa transisi. Anda harus berencana setidaknya tiga bulan untuk pencarian, jadi jika Anda tidak memiliki uang untuk menutupi itu, fokus untuk mendapatkan kerja sementara atau konsultasi untuk mengamankan posisi kas Anda.

10.Launch a proactive, thoughtful job search. Bisa jadi Anda panik dengan situasi ini, namun jangan Anda lantas membabi buta dengan mengirimkan resume untuk mendapatkan pekerjaan. Benar bahwa Anda ingin mencari pekerjaan, tetapi Anda juga ingin mencari pekerjaan yang tepat bukan? Apa pekerjaan yang tepat saat ini? Mungkin sementara untuk mengamankan arus kas. Selanjutnya secara lateral Anda bisa belajar beberapa keterampilan baru. Pindah ke industri yang berbeda yang selalu menarik Anda, bisa saja ide yang perlu dicoba. Hikmah dari PHK adalah bahwa Anda memiliki kesempatan untuk menemukan pekerjaan baru. Jika Anda memutuskan akan mengambil pekerjaan lama Anda lagi, maka Anda tentu tahu untuk mencari daerah, industri yang sama fungsional dan jenis perusahaannya. Tetapi jika tidak, jelajahi apa yang akan menjadi pilihan yang lebih baik saat ini dan mengeksekusi pencarian kerja Anda untuk menemukan pekerjaan yang lebih baik. (@erkoes)

Tags: ,