10 Cara Menjadi Karyawan Menyebalkan

Tidak ada salahnya memulai awal tahun ini dengan menjabarkan apa saja kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan. Hal itu untuk mengevaluasi diri sampai sebatas mana kita sudah menjalani tugas dengan baik. Yang salah adala

h mengulang “dosa-dosa” tersebut hingga berakibat fatal untuk karir Anda dan kehidupan Anda ke depan.

Dr Susan Nicholson, psikolog organisasi dan partner di Mentor Psychology menemukan dari risetnya, 10 hal yang paling dibenci bos dari karyawannya. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk memperbaiki apabila Anda termasuk salah satu dari karyawan di bawah ini:

1. Anda Karyawan yang Tidak Bisa Diandalkan

Perusahaan tidak akan lama menggunakan tenaga Anda bila Anda selalu mengabaikan waktu deadline. Sayangnya, seringkali karyawan memakai kata telat deadline untuk menutupi kesalahannya. Padahal alasan itu yang paling tidak disukai pimpinan. Mereka hanya ingin Anda melakukan semua pekerjaan tepat waktu.

2. Anda Tidak Mengakui Kesalahan

Menyalahkan orang lain atau menutupi kesalahan yang Anda lakukan adalah cara terbaik untuk membuat pimpinan Anda kecewa. Segera akui kesalahan Anda dan perbaiki dengan semaksimal mungkin. Hal itu akan menunjukkan sisi karakter Anda untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah dibuat. Dengan mengambil tanggung jawab itu, maka orang lain akan menghargai Anda, bahkan melupakan kesalahan Anda.

3. Anda Terlalu Banyak Bergosip

Social media membantu pimpinan Anda untuk mengetahui apa saja yang dilakukan karyawan. Berhenti membicarakan orang lain di Facebook, Twitter atau di pantry kantor Anda. Semakin Anda mencibir orang lain bahkan rekan kerja Anda sendiri hanya akan memperlihatkan siapa Anda sebenarnya.

4. Anda Terus Mengeluh

Tidak ada yang pernah cukup baik untuk Anda. Setiap ide dan perubahan yang terjadi di perusahaan, selalu Anda keluhkan. Seakan inovasi itu akan gagal terus-menerus dan hanya Anda yang bisa melakukannya. Tanpa disadari, sikap negatif tersebut akan berpengaruh kepada produktifitas kerja Anda. Anda tidak ditakdirkan untuk mengutuk kebijakan atau cemberut selama rapat berlangsung. Mentalitas sportif dan positiflah yang dibutuhkan perusahaan dan rekan-rekan di sekitar Anda. Tularkan energi positif itu terus-menerus.

5. Anda Membenci Perubahan

Bisnis yang berhasil berkembang adalah unit yang terus melakukan inovasi. Organisasi yang terus bertumbuh adalah mereka yang melakukan hal berbeda dan tertantang dengan hal baru. Maka tidak bisa dibayangkan, bila dalam perusahaan ada karyawan yang selalu mengkritik ide-ide dan membenci proses perubahan. Sikapi perbedaan dengan kepala dingin dan telaah dulu prosesnya. Ide- ide baru tidak selamanya susah dan salah untuk diterapkan.

6. Anda Tidak Memperhatikan Penampilan

Hal ini memang topik yang sensitif. Namun perlu diketahui, pimpinan Anda menyukai karyawan yang rapi dan bersih. Tidak harus berlebihan untuk menunjukkan Anda pantas untuk dipekerjakan. Setidaknya Anda memerhatikan kapan saatnya menggunakan pakaian formal dan pakaian yang santai di waktu yang tepat.

7. Anda Selalu Telat

Terlambat dalam meeting atau menambah waktu saat makan siang sebaiknya mulai Anda kurangi. Jangan pikir Bos Anda tidak mencatat hal itu. Apalagi bila Anda berbohong dengan janji-janji Anda. Mereka menyukai karyawan yang tidak hanya produktif tetapi juga datang lebih pagi dengan ide-ide cemerlang. Tunjukkan Anda adalah orang yang mereka butuhkan.

8. Anda Terlalu Over-Acting

Jangan anggap atasan Anda akan senang bila semua pekerjaan Anda kerjakan. Sampai-sampai Anda membalas semua email bos Anda satu persatu. Sebaiknya ukur dulu kapasitas Anda saat mengerjakan sesuatu.

9. Sibuk dengan Kebutuhan Pribadi Anda

Gunakan waktu Anda sebaik mungkin. Mungkin Anda berpikir hanya 1 jam menghabiskan waktu di online shop tidak menjadi masalah. Namun perkirakan bila itu bisa memperlambat projek yang lain atau merugikan rekan kerja yang lain. Di sini yang dibutuhkan adalah kontrol emosi Anda dan kedewasaan dalam bekerja.

10. Anda Sering Menggertak (Bully)

Menjadi korban bullying adalah hal yang sangat menyedihkan. Pikirkan kembali bagaimana perlakuan Anda terhadap rekan kerja atau bahkan bos Anda sekalipun. Umumnya kita menganggap bersenda gurau hanya perkara kecil dan tidak akan berefek berat. Tetapi jangan salah, sikap merendahkan atau menganggu orang lain tersebut hanya akan membuat pimpinan Anda tidak respect. Seharusnya intimidasi itu tidak terjadi pada lingkungan kantor yang mempunyai kebudayaan sportif dan konstruktif. Ambil bagian untuk menjadi pekerja yang mempunyai value dan bertanggungjawab.

Tags: