Dunia Mengalami Disruptive Technology, Apa yang Harus Diperbuat Praktisi Human Capital?

HCNC 2016_PPM Manajemen

Menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian, setiap perusahaan perlu memastikan diri mampu bertumbuh secara berkelanjutan, perusahaan juga harus mampu melakukan inovasi di dalam setiap bagian bisnis prosesnya. Bahkan disarankan perusahaan meningkatkan kemampuannya melakukan transformasi organisasi setiap saat karena mereka harus mampu melakukan inovasi  sampai pada tingkatan model bisnis.

HCNC 2016_PPM Manajemen

Sebuah organisasi atau perusahaan dituntut senantiasa tumbuh dan berkembang, jika tidak, maka akan menjadi ‘sakit’ dan berangsur menuju ‘mati’. Untuk itu berkembang menciptakan jenis usaha baru,  sistem pengelolaan baru, cara pelayanan baru, dan sumber daya baru patut dilakukan. Kejelian akan perubahan dunia yang dinamis sejatinya bisa menyelamatkan organisasi dari keterpurukan.

Dewasa ini mengemuka “Disruptive Technology”, adalah suatu kondisi terjadinya inovasi di bidang teknologi, yang mengakibatkan perubahan mendasar teknologi dari suatu produk atau jasa yang sudah ada dan dominan di pasar. Fenomena ini dapat membuat  aturan main dalam suatu industri berubah. Ini jualah yang dapat membuat munculnya industri baru, sehingga beberapa perusahaan besar, yang dulunya pemimpin pasar, dapat dikalahkan oleh pendatang-pendatang baru.

Saat ini telah berkembang berbagai pilihan strategi bisnis maupun strategi fungsional (pemasaran, produksi, sumber daya manusia, keuangan, teknologi informasi) yang mendukung strategi bisnis. Berbagai perusahaan bahkan meminta bantuan konsultan untuk merumuskan dan menerapkan strategi bisnis. Berbagai strategi yang canggih kadangkala diterapkan untuk dapat mendongkrak kinerja perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang masih belum berhasil mendapatkan keunggulan bersaing, walaupun telah menerapkan berbagai strategi.

Banyak perusahaan yang memiliki strategi bagus tapi tidak dapat dijalankan karena tidak didukung oleh kapabilitas dan sumber daya yang sesuai dan unggul. Strategi akan efektif jika dirumuskan dan diimplementasikan berdasarkan keunggulan kapabilitas dan sumber daya perusahaan. Strategi yang berbasis pada kapabilitas dan sumber daya yang unggul, unik, dan sulit ditiru akan menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Pada gilirannya akan menghasilkan kinerja baik dalam jangka panjang.

Budaya organisasi, kompetensi dan keahlian karyawan, serta gaya kepemimpinan  merupakan titik ungkit keberhasilan transformasi organisasi yang biasa diukur dengan kinerja organisasi yang tetap terjaga. Human Capital memiliki kewajiban peran dan fungsi dalam organisasi untuk memastikan budaya organisasi, kompetensi dan keahlian karyawan, serta gaya kepemimpinan yang ada mampu melakukan transformasi organisasi setiap  saat.

Fungsi dan peran Human Capital, diyakini menjadi bagian dari keunggulan organisasi tatkala sistem dan prosesnya mampu membuat perusahaan memenangkan konsumen yang semakin cerdas dalam menentukan produk atau jasa yang ingin mereka beli.

Untuk menyempurnakan strategi dan program Human Capital secara terus menerus, diperlukan  data dan informasi yang cukup banyak untuk dikelola dan dianalisis. Oleh karena itu memaksimalkan teknologi digital bagi fungsi dan peran Human Capital adalah suatu keharusan.

Pelaku fungsi strategis dan operasional Human Capital adalah para pemimpin dalam organisasi. Oleh karena itu peran Human Capital untuk menjadi mitra CEO dalam me’navigasi’ proses transformasi  menjadi sangat penting.

PPM Manajemen melalui PME menjawab kebutuhan ini, dengan menghadirkan event tahunan sebagai wadah berkumpulnya para praktisi HR sekaligus menjalin jejaring.  Adalah Human Capital National Conference (HCNC)  2016Building High Performance Organisation in Disruptive Technologies yang kali ini dilaksanakan di pulaunya para dewata, Sanur Bali, 27-29 September 2016.

Inilah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan untuk membina jejaring bersama para praktisi HR dari berbagai industri. (*/adv)