Desain Kantor dapat Meningkatkan Produktivitas

Mengejutkan! Pekerja di New Zealand merasa desain kantor dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kepuasan kerja mereka. Hal tersebut dikemukakan berdasarkan polling yang dilakukan oleh Spaceworks Design Group. Polling yang bertujuan untuk mengetahui apakah desain kantor dapat meningkatkan kerja sama, inovasi, kreativitas dan produktivitas ini diikuti oleh berbagai perusahaan di New Zealand.

Berdasarkan hasil polling diketahui bahwa sebanyak 81% pekerja yang berpartisipasi dalam polling menyatakan bahwa iklim fisik di tempat kerja dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kepuasan kerja mereka. Secara tidak langsung kebahagiaan dan kepuasan para pekerja dapat meningkatkan produktivitas mereka pula.

Menurut Lizzi Hines, selaku Managing Director Spaceworks, produktivitas para pekerja ternyata dipengaruhi oleh iklim fisik kantor. “Jika desain kantor tidak cukup memberikan inspirasi bagi mereka, itu sama saja dengan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ide brilian dari para pekerja,” ungkap Hines.

Baca juga: 3 Mitos Tentang Open Office yang Perlu Anda Ketahui

Selain itu enam dari 10 partisipan menyatakan bahwa interior kantor ternyata menjadi pertimbangan yang cukup penting dalam memilih pekerjaan. Namun ternyata hanya empat dari 10 kantor yang menyadari hal tersebut. Kiwi, salah satu perusahaan yang menyadari hal tersebut, lalu mencoba mengubah desain kantor mereka demi meningkatkan produktivitas pekerjanya.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada para pekerja di Kiwi, hal paling krusial untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah memiliki meja ataupun ruang kerja pribadi (91%), dengan suhu ruangan yang pas (90%) dan terpapar sinar matahari yang cukup (85%). Selain itu memiliki area untuk makan siang (73%) juga dianggap krusial dalam meningkatkan kepuasan kerja.

Ternyata masih ada lagi hal-hal yang cukup krusial untuk meningkatkan kepuasan kerja pekerja. Lingkungan yang mendorong untuk bekerja sama (86%), furniture yang ergonomis (82%), area yang tenang untuk ‘kabur’ sejenak (79%) dan ruang meeting bersama (76%). Keempat hal tersebut ternyata memiliki angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan height adjustable desks (59%) dan coffee maker (49%).

Masih dari hasil survey yang sama, sebanyak 60% partisipan bekerja di kantor yang memiliki konsep open office, sebanyak 31% bekerja di kantor yang mengaplikasikan kedua konsep (open office dan pribadi) dan hanya 9% yang bekerja di ruang kerja pribadi.

Para pekerja di Kiwi menyatakan bahwa konsep open office dapat membuat mereka lebih mudah bekerja sama (72%) dan membagi informasi (62%). Selain itu mereka juga merasa tidak adanya senioritas dengan konsep tersebut (20%).

Meskipun konsep open office memiliki banyak hal positif, namun ternyata terdapat beberapa kekurangan, diantaranya adalah tingginya kebisingan (77%), terlalu banyaknya gangguan (73%), kurangnya privacy (63%) dan sulit untuk melakukan perbincangan yang personal (57%).

Baca juga: Kantor yang “Keren”, Perlukah?

Tags: ,