David Knowles: Empower Your People, Kunci PMS Optimal

IMG_6810.editjpg

Performance Management System (PMS) selalu menjadi topik hangat di dunia HR. Dimana konsep PMS yang dibuat oleh management HR kebanyakan masih dinilai kurang obyektif untuk karyawan. Untuk itu pembahasan ini sering dihindari oleh beberapa praktisi HR, bahkan manajer perusahaan.

David Knowles, selaku managing partner dari Opus Management Indonesia membenarkan hal tersebut. “Kebanyakan PMS ini hanya berjalan di atas kertas, tetapi prakteknya jarang yang berhasil,” ujar David. Ia menambahkan, yang perlu diluruskan adalah PMS sebenarnya merupakan formula yang bisa menyelaraskan tujuan perusahaan dengan performa karyawan di dalamnya.

David menjadi salah satu pembicara dalam workshop performance management system yang diselenggarakan oleh People Consulting hari ini. David menjelaskan pentingnya PMS bagi peningkatan performa organisasi. “Jika masing-masing performa karyawan meningkat, maka prestasi perusahaan pun akan tercapai,” ujar David.

Namun perlu dibedakan bahwa performa karyawan tidak bisa disamaratakan dengan tujuan perusahaan. Untuk itu masing-masing manajer mesti menilai karyawannya sendiri dan bersama dengan tim HR membuat sebuah konsep yang ideal untuk PMS. “Kita memerlukan konsep yang sederhana, jangan sampai meribetkan karyawan kita sendiri,” ujar David.

Oleh sebab itu, David membedakan konsep reward result dengan Improve performance. “Untuk menentukan reward tiap-tiap karyawan, manajemen bisa fokus kepada KPI masing-masing individu. Namun untuk meningkatkan performa karyawan tersebut, ini yang membutuhkan strategi khusus,” tambah David.

David menghimbau kepada pengolah PMS agar mengetahui dulu apa yang bisa memotivasi karyawan. “Prosedur, sistem dan lain-lain hanya untuk menentukan reward mereka, namun yang terpenting adalah bagaimana manajemen bisa mendukung keterampilan mereka,” ujar David yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Ada 3 cara untuk mengembangkan karyawan menurut David. Yang pertama Enlighten, dimana manajer memberikan bahan bakar kepada karyawan dalam bentuk dukungan untuk memotivasi kinerja mereka. Cara selanjutnya adalah provide goals, karyawan ingin mengetahui apa tujuan dari perusahaan untuk diri mereka. Semakin ia mengenal arah dan target perusahaannya, semakin ia tahu apa yang harus dilakukan. Dan terakhir yaitu advise ‘how’, management yang baik adalah yang mengethui kekuatan karyawannya. Bantu mereka untuk terus termotivasi dan jelaskan kekuatan mereka di masa depan.

“Cobalah fokus kepada kekuatan masing-masing karyawan, itu lebih motivasional. Kalau hanya fokus kepada kelemahannya saja maka kalian tidak akan naik-naik,” sambung David. Dan yang terpenting dari semuanya yaitu faktor trust. “Trust yang membuat karyawan bekerja dengan hati, empower your people agar performa mereka meningkat. Berikan kepercayaan agar mereka bergerak ke arah bertanggung jawab,” tutur David tegas. (*/@nurulmelisa)

 

Tags: , , ,