Waspadai 5 Kesalahan dalam Menulis Email dan Bagaimana Memperbaikinya

social-1206612_640

Anda sedang ditunggu oleh rekan-rekan untuk meeting, namun Anda harus mengirim email penting bagi klien Anda. Anda pun menulis email dengan terburu-buru dan langsung menekan tombol send setelah selesai tanpa mengecek lagi isi email Anda.

social-1206612_640

Setelah meeting Anda selesai, Anda pun kembali mengecek email Anda. Ternyata Anda menulis nama klien yang salah. Anda pun terdiam dan malu bukan main. Apa yang akan Anda lakukan? Sebelum terburu-buru mengirim email lanjutan, ada baiknya Anda menyimak artikel berikut. Kesalahan email yang berbeda, ternyata membutuhkan permohonan maaf yang berbeda juga. Berikut pemaparannya.

  1. Jika Autocorrect Mempermalukan Anda

Auto-correct memang banyak membantu, namun ada kalanya auto-correct membenarkan kata yang Anda maksud secara berbeda. Tidak hanya auto-correct kata, namun pengekspresian kata melalui emoji pun bisa semakin mempermalukan Anda. Tenang, tarik nafas terlebih dahulu. Kirimlah email permohonan maaf bahwa Anda sedang terburu-buru dan gadget Anda jauh lebih cerdas daripada Anda.

  1. Jika Anda Salah Menulis Nama

Alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahuinya lebih cepat. Kirimlah email permohonan maaf atas kesalahan Anda. Namun yakinlah, bahwa hal ini juga terjadi pada orang lain. Apalagi jika ia sadar bahwa namanya memang kerap kali salah dituliskan oleh orang lain.  Mereka akan terbiasa.

  1. Jika Anda Mengirim Emoji kepada Boss Anda

Pastikan bahwa email permohonan maaf yang Anda kirimkan adalah permohonan maaf professional. Meskipun boss Anda membalasnya dengan emoji lainnya.

  1. Jika Anda Menekan ‘Reply All‘

Email berantai ini memang sangat menganggu. Apalagi jika sifatnya hal-hal yang kurang penting seperti, ingin makan siang apa istirahat nanti. Solusi terbaiknya adalah dengan kembali menekan ‘reply all’ dan mengakui kecerobohan Anda.

  1. Jika Anda Salah Mengirim Email

Anda sedang membicarakan boss Anda yang menyebalkan. Namun bukannya terkirim ke rekan Anda yang berada di ujung kubikel sana, email tersebut malah terkirim ke boss Anda sendiri. Anda pun larut dalam kepanikan. Hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah meminta maaf secara langsung dan personal secepatnya. Jika email tersebut didasari karena kejadian tertentu, mungkin ini saat yang tepat Anda mengemukakan unek-unek dalam hati Anda. Jangan lupa, berjanjilah pada diri Anda sendiri untuk lebih teliti dalam mengirim email dan jadikan ini pelajaran bagi Anda. (*)