Kapan Saat Tepat Menyampaikan, “Saya Sedang Mencari Pekerjaan Baru” Pada Bos?

working-1024382_640

Bagi sebagian orang, kalimat “Saya telah diterima di perusahaan lain”, menjadi kalimat pertama yang membuat bos mereka tahu bahwa mereka telah mencari peluang baru di luar perusahaan. Dan hanya karena hal ini lazim terjadi, bukan berarti bahwa cara ini adalah cara yang paling tepat untuk dilakukan. Pada beberapa situasi, mengatakan bahwa kita sedang mencari pekerjaan lain bisa jadi lebih bijak daripada sekedar diam-diam saja.

working-1024382_640

Risiko dan Keuntungan

Seorang penasihat karir di Amerika, Steve Monte, memaparkan dalam fastcompany.com bahwa sebagian besar pekerja professional yang ia tangani, merahasiakan keinginannya untuk pindah tempat kerja dari bosnya. Dengan langkah tersebut, mereka pun bisa meninggalkan perusahaan dengan bahagia dan beralih ke pekerjaan lain.

Namun, Monte menawarkan pilihan yang berbeda. Ada cara lain yang menurutnya lebih bijak dari sekedar berpamitan setelah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Tentunya, hal itu tidak berlaku apabila kinerja Anda dikenal buruk di tempat kerja atau si bos bersikap tidak supportif terhadap Anda. Alih-alih mendapatkan keberuntungan, bisa jadi Anda justru akan kehilangan pekerjaan Anda saat ini.

Baca juga: Karyawan Terbaik Akan Resign, Apa Saja Tandanya?

Bagi Anda yang memiliki reputasi kerja yang sangat baik, serta memiliki bos yang mendukung karir Anda, berkata jujur bahwa Anda sedang mencari peluang lain, bisa jadi menguntungkan. Berkata bahwa Anda mempertimbangkan peluang lain tidak sama dengan Anda mengatakan bahwa Anda tidak bahagia dengan pekerjaan Anda saat ini.

Sebaliknya, kejujuran tersebut kemungkinan akan membawa Anda pada diskusi tentang masa depan karir Anda. Dan bukan tidak mungkin, bos Anda justru melihat hal tersebut sebagai inisiatif Anda untuk mencari tantangan baru. Dengan begitu, bos justru akan menawarkan sesuatu yang baru yang berdampak positif pada pengembangan diri Anda. Untuk itu, jangan ragu untuk mengatakan, “Saya merasa tidak lagi bisa belajar sebanyak yang saya inginkan.”

Lebih jauh lagi, curhat kepada atasan bahwa Anda sedang mencari peluang baru akan menguatkan profil Anda di perusahaan baru. Bagaimanapun juga, masih ada perusahaan-perusahaan yang meminta referensi dari bos lama ketika mereka menyeleksi calon karyawan.

Baca juga: Kerja Baru 2 Hari Mau Resign, Ini Tipsnya

Lalu, jika Anda sudah memutuskan untuk berterus terang, hal-hal apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum menghadap atasan? Menurut Monte, setidaknya Anda harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

a) Seperti apa tipe hubungan Anda dengan atasan? Apakah si bos peduli dengan perkembangan karir kita? Seberapa banyak informasi yang sering Anda diskusikan dengan bos?

b) Apa tujuan utama Anda sebenarnya? Adakah hal-hal di kantor tempat Anda bekerja yang menarik hati Anda untuk tetap tinggal?

c) Bagaimana kemungkinan reaksi bos Anda jika ia tahu bahwa Anda akan meninggalkan tempat kerja, bahkan seandainya Anda tidak memberi tahu lebih dahulu? Sebesar apa skala industri perusahaan Anda sekarang? Adakah kemungkinan bahwa bos Anda mengenal bos-bos di tempat Anda melamar?

d) Seberapa besar komitmen kita dalam mencari pekerjaan baru. Apakah kita akan tetap mengambil sembarang pekerjaan atau hanya pekerjaan yang sempurna untuk Anda?

Setelah merenungi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda bisa segera mengambil sikap. Jika Anda memutuskan untuk mengatakan rencana Anda, carilah waktu dan bahan pembicaraan yang tepat. Misalnya dapat dimulai dengan mengobrol mengenai kinerja Anda dan masa depan Anda di kantor tersebut. Selanjutnya, Anda ingatkan tentang komitmen Anda dan terakhir, sampaikan niat Anda untuk mencari peluang baru. (*)