5 Tips untuk Menyampaikan Berita Buruk bagi Manager

trouble-114197_640

Mulai dari memberikan feedback yang negatif hingga memutuskan untuk memberhentikan seseorang, suka atau tidak haruslah dilakukan. Apalagi bagi seorang Manager. Tidak hanya berita baik yang dikabarkan oleh Manager, namun juga berita buruk.

trouble-114197_640

(Credit image: Pixabay.com)

Di satu sisi mngkin Anda tidak punya hati untuk menyampaikannya, namun di sisi lain mau tidak mau hal tersebut haruslah disampaikan. Jika Anda melatih diri Anda untuk menyampaikan berita buruk dengan tepat, perlahan-lahan Anda akan mampu untuk menyampaikan berita buruk tanpa menyakiti hari penerima berita.

Menyampaikan berita buruk ternyata tetap membutuhkan formula ‘5W’.

  1. W’ yang pertama yaitu, Who. Anda adalah kurir pesan tersebut sehingga sampaikanlah berita tersebut sendiri, jangan sampai melalui orang lain. Menyampaikannya melalui orang lain dapat membuat Anda terkesan tidak menghargai target penerima berita.
  2. ‘W’ yang kedua yaitu What. Sampaikan dengan jelas maksud dan tujuan Anda. Jangan sampai terkesan blur. Perhatikan pula bahasa tubuh Anda. Anda bisa mempraktikannya terlebih dahulu sebelum menyampaikan berita tersebut.
  3. ‘W’ yang ketiga yaitu, Where. Tentukan di mana Anda ingin menyampaikan berita tersebut. Hindari komunikasi melalui email ataupun telepon. Minta ia datang secara langsung.
  4. ‘W’ yang keempat,  yaitu When. Tentukan timing yang tepat untk menyampaikannya. Hindari untuk menyampaikan berita buruk di pagi hari. Anda juga bisa bertanya dengan rekan Anda kapan waktu yang tepat untuk menyampaikannya.
  5. ‘W’ yang yang terakhir, Why. Jelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Orang lain akan menerima kabar buruk lebih baik jika proses pengambilan keputusannya terdengar masuk akal.

Tips lebih lengkap mengenai bagaimana caranya menyampaikan berita buruk, bisa Anda simak dalam infografik yang dilansir dari Entrepreneur.com berikut ini.

Delivering Bad-News