4 Cara Efektif Sampaikan Kritik ala Budaya Asia

diskusi-kritik

Dalam budaya Asia, dikritik atas suatu pekerjaan artinya “loss of face.” Orang Asia mayoritas sangat berhati-hati dalam berperilaku karena takut menyinggung orang lain. Hal ini kemudian membuat para manager di Asia Tenggara kesulitan dalam menyampaikan kritik bagi para bawahannya.

diskusi-kritik

Berikut terdapat 4 (empat) cara untuk memberikan kritik secara efektif seperti yang dilansir dari Inc Asean.

  1. Sampaikan saat masalah masih ‘fresh

Terkadang manager tidak ingin cari masalah dengan bawahannya. Sehingga mereka cenderung menyimpannya sendiri. Padahal menurut Anj Vera, selaku CEO TalentView, feedback negatif yang ditunda akan membuat kedua belah pihak berada dalam situasi yang sulit. Vera mengungkapkan bahwa berdasarkan studi yang pernah dibacanya perubahan positif biasanya terjadi lebih cepat jika feedback diberikan secepatnya saat kejadian terjadi.

  1. Fokus pada perilaku, bukan pribadi

“Jangan bilang ke bawahan Anda bahwa masalahnya ada dalam diri mereka. Jelaskan perilaku mereka yang mana yang bermasalah menurut Anda,” ungkap Vera. Dengan cara ini, pekerja tidak akan merasa terancam dan melawan ketika diberikan feedback. Hal ini akan membuat mereka merefleksikan diri mereka. Vera juga menyarankan untuk tidak menyinggung masalah yang sudah berlalu. Atasan harus fokus pada permasalahan saat ini, bukan membahas masalah yang sudah berlalu.

  1. Pergunakan ‘sandwich method

Vera menyarankan para manager untuk mempergunakan sandwich method, di mana Anda harus membahas mengenai hal positif sebelum memberikan feedback dan mengakhirinya dengan hal yang positif pula. Vera memberikan contoh seperti berikut.

Hal positif: “Saya melihat hasrat Anda yang besar untuk membantu klien dalam proyek ini.”

Feedback: “Saya juga melihat bahwa Anda sepertinya perlu mempersingkat email Anda untuk mensederhanakan pesan yang ingin disampaikan.”

Hal positif: “Saya yakin bahwa Anda dapat membuat penyesuaian ini karena Anda pernah melakukannya sebelumnya.”

  1. Berikan feedback menurut Anda

Berikanlah feedback berdasarkan pengalaman Anda. hindari memberikan feedback yang Anda dengar dari orang lain dan belum terjamin kebenarannya. “Hal ini akan membuat Anda terlihat subjektif,” ungkap Vera. (*)