3 Cara Networking yang Lebih Efektif dari Sekedar Mengajak “Ngopi”

kopi-pagi

Bagi Anda penggemar kopi, bukan berarti Anda harus menahan hasrat Anda untuk memilih kopi ketika janjian dengan seseorang. Hanya saja, ketika bertemu dengan orang baru dan kita ingin menjalin hubungan dengan mereka, mengajak meminum kopi bukanlah cara yang terbilang efektif. Orang akan berpikir ulang ketika mereka harus menghabiskan satu atau dua jam untuk minum kopi dengan orang baru ketika di sisi lain ia masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan.

kopi-pagi

Ada cara-cara yang lebih efektif dalam ber-networking. Sabagaimana dikutip dari themuse.com, dalam ulasan yang ditulis oleh founder InkHouse, perusahaan public relation di Boston, media sosial adalah salah satu alat networking yang sangat efektif. Twitter, LinkedIn, Instagram dan berbagai jenis media sosial lainnya adalah tiga di antaranya,

  1. Gunakan Twitter untuk memperlihatkan karya Anda

Twitter adalah salah satu alat terbaik untuk membangun koneksi. Pasalnya, mem-posting status di Twitter dapat dilakukan dengan cepat dan mudah serta tidak memakan banyak energi. Twitter juga dilengkapi dengan fitur hashtag yang memungkinkan postingannya dijangkau dengan mudah oleh pengguna lain meskipun mereka belum saling mengikuti lain (follow) satu sama lain.

Selain hashtag, Twitter juga memungkinkan kita untuk bertanya dan mengetag orang-orang yang juga memiliki akun Twitter. Konsep inilah yang memungkinkan kita untuk mengobrol tanpa harus menghabiskan waktu minimal 30 menit seperti jika kita janjian minum kopi. Jika Anda mampu meyakinkan target networking Anda bahwa Anda memang pantas untuk diajak berteman atau bekerja sama, kemungkinan besar target tersebut akan membalas postingan Anda.

  1. Gunakan LinkedIn untuk memamerkan resume Anda

Tidak semua orang aktif di Twitter, oleh karena itu cobalah untuk melirik ke LinkedIn. Jika kemudian Anda berpikir, “Ah, semua orang juga memasang CV-nya di LinkedIn.” Maka Anda harus ingat bahwa ada perbedaan yang signifikan antara orang meng-klik profil LinkedIn hanya untuk melihat-lihat almamater Anda dengan orang-orang yang melihat profil untuk benar-benar membaca profil Anda.

Bukan tidak mungkin orang yang kita incar dalam menjalin networking membaca profil kita. Bahkan bisa jadi mereka meng-endorse dirinya secara tulus untuk mempromosikan keahlian yang Anda miliki. Hal ini akan terjadi jika di dalam profil LinkedIn tersebut, Anda juga mencantumkan link-link yang bermuatan karya-karya Anda.

Cara ini tentunya efektif untuk digunakan oleh siapa saja. Tidak perlu mengundang minum kopi yang menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga, si target networking bisa tetap terhubung dan bahkan mengenal Anda lebih jauh.

  1. Gunakan Instagram agar “terdeteksi”

Salah satu cara paling efektif untuk masuk ke radar si target yang ingin kita ajak berkenalan adalah dengan mengetahui jenis sosial media apa yang mereka sering gunakan. Dan Instagram adalah salah satu yang cukup lazim digunakan. Tak hanya untuk mempublikasi foto-foto pribadi, kerap kali juga digunakan untuk memposting karya-karya mereka.

Seperti halnya Twitter, sekedar memfollow saja tidak cukup. Bahkan, kita pun pasti akan canggung menanyakan “ID” Instagram seseorang jika memang tidak pernah kenal atau bertemu sama sekali sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar menyiasatinya. Kita bisa memberikan komentar pada gambar yang ia unggah di Instagram. Tentunya, komentar Anda pun jangan yang bernada sok kenal. Komentarlah sewajarnya dan bernada positif.

Misalnya ia membagi gambar sedang ikut seminar, sampaikan komentar seperti, “Saya juga suka dengan topik yang disampaikan, terlebih lagi saat ia berkata …” Meskipun orang yang Anda incar tidak serta merta mengenal siapa Anda, setidaknya Anda bisa mulai “get in touch” dengannya. (*)