CoB, Solusi BPJS Kelas Premium

BPJS Kesehatan COB

BPJS Kesehatan COB

Dengan diterbitkan Undang-Undang No. 40 tahun 2004 tentang JKN/BPJS ada satu topik perbincangan yang muncul di kalangan pengusaha, khususnya perusahaan skala besar.

Mereka merasa risau karena BPJS Kesehatan hanya membiayai biaya pengobatan rawat inap hingga kelas satu dan jenis rumah sakitnya pun terbatas, padahal beberapa karyawan perusahaan tersebut biasanya difasilitasi dengan pelayanan rumah sakit yang lebih mewah.

Adanya kewajiban untuk ikut serta JKN oleh pemerintah membuat perusahaan bingung dan khawatir dengan bayang-bayang double cost. Fenomena tersebut cukup dipahami oleh BPJS. Badan penyelenggara JKN tersebut menawarkan satu program yang dinamakan Coordination of Benefit (CoB).

Baca juga: Kupas Tuntas JKN dan BPJS Kesehatan

Untuk memudahkan dan meringankan beban pemegang asuransi komersial, maka disepakatilah sistem koordinasi manfaat antara BPJS dan perusahaan asuransi komersial. Sistem kerjanya, asuransi komersial akan melakukan negosiasi dengan rumah sakit di luar faskes JKN agar dapat meringankan biaya pengobatan bagi peserta BPJS tersebut. Selain lebih murah karena biaya pengobatan primer sudah pasti ditanggung BPJS, pihak asuransi komersial yang sudah berpengalaman juga dapat melakukan pendekatan dengan pihak rumah sakit untuk dapat memberikan diskon. Nantiya jika muncul klaim pembayaran untuk peserta CoB, maka biaya rumah sakit pun akan ditanggung oleh BPJS dan perusahaan asuransi.

“Peserta CoB benar-benar tidak perlu risau dengan masalah pembayaran. Pihak pelayanan kesehatan akan menagihkan biaya ke perusahaan asuransi komersial dan asuransi komersial pula yang akan menagihkan ke BPJS”, ungkap Wahyu Handoko, Direktur Institutional Relationship dari Inhealth dalam seminar BPJS Kesehatan dan CoB yang diselenggarakan oleh PortalHR Rabu (25/2) lalu.

Intinya adalah dua penyedia asuransi (sosial dan komersial) bekerja sama untuk memberikan manfaat kepada satu orang pemegang asuransi. Mengenai iuran atau premi yang harus dibayarkan oleh peserta CoB, perusahaan asuransi akan bertanggung jawab menghimpun iuran tersebut kemudian dibagi sebagian kepada BPJS. Tentunya, jumlah preminya akan lebih murah dibandingkan jika seseorang memegang dua jenis asuransi sekaligus dengan sistem konvensional tanpa CoB.

Keunggulan CoB dapat dinikmati dalam beberapa situasi misalnya ketika pasien ingin naik kelas menjadi lebih eksklusif, atau ingin melakukan pengobatan di rumah sakit swasta yang tidak termasuk dalam faskes BPJS, setelah melalui rujukan dari rumah sakit tingkat pertama. Meski begitu, rujukan tersebut tidak lagi diperlukan dalam beberapa situasi medis termasuk gawat darurat. Selain itu, keistimewaan juga didapatkan oleh peserta yang memegang asuransi CoB pada level tertentu. Wahyu mengungkapkan, jenis asuransi CoB ini nantinya akan bertingkat, dari yang paling rendah Gold, kemudian di atasnya ada Platinum dan yang paling lengkap dan mahal adalah diamond. Dari beragam tingkatan tersebut, manfaat yang diberikan juga bervariasi.

Untuk saat ini, BPJS telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi swasta di antaranya Inhealth, Sinarmas dan masih banyak perusahaan lainnya. Hanya saja, sampai saat ini, CoB ini masih dalam tahap penggodokan sehingga implementasinya masih belum mulus.

Baca juga: 3 bulan menuju era BPJS Ketenagakerjaan