Cara Ini Nyatanya Membuat Produktivitas Karyawan Melempem

stethoscope-562567_640

Produktivitas dari karyawan yang dipimpin adalah tujuan utama dari seorang manajer. Namun, ada berbagai hal yang dilakukan oleh manajer yang justru membuat produktivitas anak buahnya melempem.

Todd McKinnon, menceritakan pengalamannya mengenai hal itu kepada fortunecom. Ketika perusahaan yang ia rintis, Okta, masih dalam tahap awal (start-up), ia melakukan segalanya sendiri untuk menavigasi bisnisnya tersebut. Namun setelah perusahaan sudah mulai berkembang dan terbangun, ia pun mulai memahami bahwa caranya tersebut tidak lagi tepat untuk diimplementasikan.

stethoscope-562567_640

(Sumber image: pixabaycom)

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Hingga 200% dengan 3 Pertanyaan Ini

Jika ia masih menggunakan cara yang sama, melakukan semuanya sendirian, selain ia kewalahan karyawan lain juga akan bergantung kepadanya untuk melakukan segala jenis pekerjaan. Hal itu tentunya justru menghambat produktivitas. Sedangkan produktivitas adalah prioritas yang jika hal tersebut tidak ada, maka perusahaan akan menjadi jauh dari kata sukses.

Oleh karena pertimbangan tersebut, maka ia pun berpikir untuk mulai mendelegasikan. Ia harus mencari orang yang bisa dipercaya karena keahlian yang dimilikinya, untuk berani menggantikannya mengambil keputusan penting. Dengan begitu, Todd bisa melihat potensi dari karyawannya sendiri.

Ia pun menyampaikan masukkannya kepada seluruh eksekutif di manapun bahwa untuk meningkatkan produktivitas perusahan, mereka tidak perlu ikut campur ketika anak buah tengah mengerjakan tugasnya. Intinya, micromanaging adalah hal yang tidak perlu dilakukan jika tidak ingin menghambat produktivitas karyawan.

Selain mempercayakan pekerjaan pada anak buah, berikut adalah cara-cara yang juga dapat dilakukan oleh manajer untuk membuat bawahannya menjadi karyawan yang lebih produktif. Yaitu:

1. Buat jadwal yang ketat.

Jika tujuan dari sebuah rapat tidak jelas, maka Anda tidak perlu menghadirinya. Oleh karena itu, ketika ada undangan meeting, meskipun itu hanya sebentar dari anak buah, jangan sekonyong-konyong langsung mengiyakan. Pastikan terlebih dahulu bahwa Anda mendapatkan informasi tentang poin-poin apa yang akan dibahas dalam rapat. Sebuah meeting tanpa agenda, bukankah meeting. Jadi, datanglah jika agendanya jelas.

2. Kenalkan konsep ‘Work Zero’.

Biasakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang memang mendesak. Jika kita terlalu sering menunda pekerjaan yang kurang kita sukai, hal itu akan menimpulkan kelelahan otak dan stress yang sebetulnya tidak perlu. Oleh karena itu, sebenci apapun Anda dengan suatu tugas, selesaikan hingga Anda tidak punya lagi hutang untuk mengerjakan ini-itu dan lebih fokus mengerjakan tugas-tugas yang memang sangat penting.

Baca juga: Desain Kantor Dapat Meningkatkan Produktivitas

3. Jangan menulis email terlalu panjang.

Ketika menulis email kepada seseorang, usahakan untuk tidak lebih dari beberapa kalimat. Jika memang materi yang ingin disampaikan lebih dari itu, sebuah obrolan langsung mungkin akan lebih membantu.

4. Transparan dengan kebijakan komunikasi Anda.

Jelaskan kepada karyawan bagaimana Anda bisa dijangkau. Sampaikan juga kepada mereka tingkat urgensi pesan dan media penyampaiannya. Misalnya, Anda hanya akan membalas email di penghujung hari. Jadi ketika ada hal penting yang perlu disampaikan, sebaiknya langsung SMS saja.

Sedangkan apabila hal yang ingin disampaikan benar-benar darurat atau sangat penting, maka lebih baik menelpon. Hal-hal semacam itu perlu dikomunikasikan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, kita menjadi lebih leluasa mengatur waktu kita dengan prioritas yang jelas.

5. Berlatihlah untuk melakukan marathon, buka sprint.

Terakhir, Anda juga perlu menjaga diri Anda sendiri. Jika tidak demikian, kemungkinan Anda akan tumbang dengan kesibukan yang begitu padat. Dalam satu hari, Anda hanya bisa memanfaatkan paling lama 18 jam dari total 24 jam.

Itulah kenapa sangat penting bagi kita untuk menemukan keseimbangan antara personal dan professional yang berimbas pada kesuksesan jangka panjang. Kenali kapan Anda merasa paling stress. Di saat-saat tersebut temukan cara untuk mereduksi stress tersebut, misalnya dengan melakukan olah raga atau fitness. (*)

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,