Cara Efektif Membangun Talent Pool

Mirta Amaranti, Kepala Divisi Assesmen SDM PPM Manajemen mengatakan, salah satu tugas paling penting dari leader dan HRD di perusahaan adalah menemukan orang yang paling potensial untuk menempati posisi-posisi tertentu.

“Tidak hanya itu HRD juga memiliki tanggung jawab mengembangkan talent yang bersangkutan untuk dapat berkontribusi dalam jangka panjang agar dapat menjadi kader. Pengembangan ini pun juga harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan saat employee tersebut beru masuk di tempat kerja, sampai mengembangkan untuk posisi yang lebih tinggi dan ditempatkan ke dalam bidangnya,” ujar Mirta dalam seminar “New Ways to Build Effective Talent Pool” yang diselenggarakan PPM Management kemarin (27/3) di Jakarta.

Mirta menambahkan, pada waktunya nanti employee tidak hanya bisa menjadi kader bagi organisasi. Proses ini juga cukup panjang, sehingga kita harus memikirkan bagaimana menemukan cara untuk mempertahankan talent tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan talent pool ialah dengan melaksanakan Talent management yang merupakan proses yang terintegrasi kepada program membangun norma-norma budaya dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Hal tersebut dirancang dan dilaksanakan untuk merekrut, mengembangkan, juga mempertahankan talent untuk mencapai tujuan strategis dan memenuhi kebutuhan perusahaan masa depan. Sedangkan goals dari talent pool sendiri ialah mempersiapkan talent untuk berperan di masa depan.

Untuk menemukan bakat-bakat yang dimiliki oleh employee, para leader dapat menggunakan talent assessment yang merupakan metode untuk mengidentifikasi individu-individu yang secara konsisten memiliki kinerja yang unggul, dengan menggunakan uji komprehensif tentang karakteristik pribadi, kapasitas, dan kemampuan yang dikumpulkan dari sumber yang berbeda.

Ada tiga cara yang dirasa cukup efektif dalam menemukan bakat-bakat para talent digunakan dalam talent assessment, yang pertama ialah penilaian kriteria kinerja yang superior, di antaranya kriteria yang didorong oleh pribadi dan kriteria yang didorong oleh pekerjaan. Assesment selanjutnya ialah dengan cara menguji performa employee & menilai potensi yang ada, juga dengan penilaian yang objektif dan penilaian persepsi dari para leader. Assessment yang terakhir ialah dari penilaian dari sumber yang berbeda, seperti data-data yang terintegrasi serta fokus pada kemampuan seseorang untuk tumbuh dan berkembang. (*/@friesskk)