Berpikir Seperti Gen Y, Strategi Mendapatkan High Quality Gen Y

Maharsi Anindyadjati-resize

Gen Y-Resize

Untuk keenam kalinya, PPM Manajemen mengelar acara tahunan “Human Capital National Conference” dengan topik “Gen Y, The Millenials, Will Change The Way do Business and That’s Good” bertempat di Lantai 8, Gedung PPM Manajemen, Jakarta, 26-27 November 2014.

Di hari pertama konferensi, menampilkan 5 (lima) pembicara masing-masing adalah Prof. Sarlito Wiryawan Sarwono, GuruBesar Psikologi Universitas Indonesia, Maharsi Aninddyadjati, Core Assesor PPM Manajemen, Charles Bonar Sirait (Public Speaking), Lena Setiawati (General Manager Learning and Development Division PT Bank Central Asia Tbk, Maharsi Anindyadjati (Core Assesor PPM Manajemen), dan Indra Prastomiyono (Director Group of Goverment and Organization Development, PT Global Mediacom Tbk (MNC Group).

Dari aspek psikologi, Prof Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa Gen Y sebagai generasi yang lahir tahun 1980 dst sebagai generasi yang sangat terbiasa dengan teknologi.

“Cirinya itu sudah terbiasa dengan teknologi informasi yang sangat tinggi, dengan gadget dan pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. GenY itu tidak lagi mempunyai lingkungan yang terbatas seperti tetangga, keluarga tetapi lingkungannya itu sudah sampai ke tingkat internasional, dunia maya sampai ke penjuru dunia, karena itu cara berpikirnya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya,” terangnya.

Prof Sarlito W Sarwono-resize

Sarlito menambahkan, Gen Y inilah yang nanti akan menyongsong era bonus demografi, yang terjadi antara tahun 2020 hingga 2030, di mana generasi mudanya akan lebih besar dibanding dengan generasi tua, dan ini sangat menguntungkan untuk ekonomi dan ini satu-satunya yang ada di dunia saat ini. “Namun demikian jika saja generasi ini adalah generasi yang jelek kualitasnya maka akan menjadi hancur ekonomi kita, maka perlu dipersiapkan sistem pemerintahan, sistem organisasi, sistem perusahaan untuk mengakomodasi gaya hidup daripada Gen Y ini, dengan demikian maka Gen Y ini bisa optimal, bisa mengatur dirinya sendiri, tidak terbelenggu dengan birokrasi, tidak terbelenggu dengan otoritas, tidak terbelenggu dengan power dan lain sebagainya, sehingga mereka ini diharapkan bisa berprestasi secara optimal,” kata Sarlito lagi.

Tips Mendapatkan High Quality Gen Y

Sementara itu, Maharsi Anindyadjati, Core Assesor PPM Manajemen memberikan kiat-kiat bagaimana mendapatkan high quality Gen Y. “Apa yang disebut dengan high quality Gen Y atau high quality millenials adalah para Generasi Y yang dinilai potensial. Dalam 20 hingga 30 tahun mendatang angkatan kerja akan diisi oleh para Gen Y ini, sehingga tantangan perusahaan adalah mendapatkan generasi yang potensial.

Maharsi Anindyadjati-resize

Bagaimana mendapatkan generasi yang potensial, menurut Nina begitu Maharsi biasa dipanggil, adalah dengan menerapkan strategi “Think Like Gen Y to Get Gen Y.” “Dari proses rekrutmennya yang pertama kita harus menggunakan strategi yang sangat sesuai dengan Gen Y. Mereka ini sangat dipengaruhi oleh kelompoknya, untuk itu kedekatan antara employeer dengan Gen Y, sangat diperlukan. Misalnya pada saat melakukan campus visit, melalui career day atau job career, nah, sebisa mungkin orang-orang yang mempresentasikan mengenai perusahaan haruslah orang-orang yang tidak jauh berbeda usianya dengan Gen Y, yang bisa berpenampilan seperti Gen Y sehingga mereka merasakan kedekatan antara diri mereka dengan perusahaan,” tuturnya.

Nina meneruskan bahwa Gen Y adalah generasi yang sangat dipengaruhi oleh peers-nya, atau peer influence-nya sangat tinggi sehingga kedekatan ini bisa sangat berpengaruh bagi mereka untuk memutuskan melamar atau tidak di perusahaan tersebut. Kemudian pada saat mempresentasikan mengenai organisasi, Nina menyarankan untuk menggunakankecanggihan teknologi, tidak hanya mengandalkan power pointsaja misalnya untuk menjabarkan tentang organisasi. “Anda bisa menggunakan flasher presentation, atau bisa menggunakan adobe flash atau teknologi lain untuk memberikan tampilan corporate yang lebih menarik bagi Gen Y.

Kemudian Nina juga mengingatkan bahwa pada saat melakukan proses seleksi, organisasi harus bisa memanfaatkan teknologi dalam proses asesmennya. “Tidak saja berpatok pada cara-cara konvensional tapi yang lebih berteknologi. Gunakan semua jaringan sosial media untuk menarik Gen Y, misalnya kita bisa menggunakan Facebook misalnya, Twitter atau LinkedIn untuk mendapatkan para Gen Y ini. Juga update blog kita, warnai blog kita sehingga menjadi blog yang menarik bagi para Gen Y, sehingga mereka merasakan bahwa bergabung bersama perusahaan Anda adalah sesuatu yang menyenangkan buat mereka,” pungkas Nina. (*/@erkoes)

Tags: