Batas Home Life – Work Life Makin Mengabur

Tracey Fellow Singapore Human Capital Summit

Hari-hari ketika seorang pegawai yang datang paling awal dan pulang paling akhir adalah yang dianggap paling rajin sudah lama meninggalkan kita. Kini dengan semua peralatan teknologi yang membuat kita dapat terhubung dari mana saja, mindset seperti di atas akan tinggal sejarah.

Hal ini mengemuka dalam sesi “The Brave New World and Implications for Asia” pada Singapore Human Capital Summit 2012 19 September yang lalu. Ketiga pembicara dalam panel dialog itu adalah Vicky Bindra, President, Asia Pacific, Middle East and Africa, MasterCard Worldwide, Tracey Fellows, President, Asia Pacific, Microsoft, dan Prof Narayan Pant, Professor of Management Practice, INSEAD.

Menurut Tracey Fellows, kita hidup di dunia yang mobile dan terhubung. Perangkat mobile akan menjadi pengalaman pertama berinternet bagi banyak orang. Ke depannya perangkat ini juga akan menjadi salah satu payment device yang dapat diandalkan.

Tren teknologi ini menurut Tracey mengubah segala hal tentang bagaimana kita bekerja. Batas antara home life dengan work life seseorang akan semakin mengabur. Karena tren mobile dan terhubung itu seseorang tidak selalu harus datang ke kantor. Pola telecommuting (bekerja di luar kantor) ini pun telah diterapkan di Microsoft.

Tracey menilai perlunya sense of authenticity di perusahaan-perusahaan untuk menanggapi era digital yang serba terbuka dan transparan. Perusahaan saat ini tidak bisa lagi bersembunyi dari mata publik yang dapat menilai mereka apa adanya.

Tren berikutnya menurut Tracey berkaitan dengan cloud computing. Era cloud memungkinkan data-data yang besar bergerak dengan sangat cepat. Kini perusahaan-perusahaan kecil pun memiliki akses kepada hal-hal yang dulu hanya dimungkinkan untuk perusahaan besar.

“Hal ini juga menguntungkan untuk negara seperti Indonesia yang tersebar secara geografis, karena sangat membantu dalam mempercepat penyebaran knowledge, dari sumber kepada penerimanya,” ujar Presiden Microsoft Asia Pacific itu. (*/@mei168)

 

Tags: , ,