Bagaimana Menghidupkan Budaya Berpikir Kritis di Perusahaan

Dalam konteks organisasi, peran seorang middle manajer adalah sangat krusial. Ia layaknya lem yang mengikat strategi dari top level management dengan eksekusi di jajaran staf level bawah. Bisa disebut bahwa keputusan yang ia ambil akan memiliki dampak langsung terhadap bottom line perusahaan. Beberapa projek gagal karena manajer mengambil keputusan yang kurang tepat.

Kemudian dalam hal training dan developing middle manajer, ada satu skill khusus yang perlu diberi perhatian lebih, yakni critical thinking (berpikir kritis). Kemampuan berpikir kritis akan membantu manajer untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Selain itu, keputusan yang kurang tepat dampaknya tidak akan langsung terlihat melainkan pelan-pelan sehingga sulit bagi kita memperbaikinya.

Dalam memberikan training bagi middle manajer, membentuk pribadi pemikir kritis memang tidaklah mudah. Seperti halnya kita mengajari orang dewasa untuk mengemudikan sepeda, butuh kesabaran dan latihan yang tak kenal lelah untuk mewujudkan itu. Dilansir dari criticalthinkingindia.in, langkah pertama untuk menumbuhkan budaya critical thinking adalah dengan melibatkan critical thinking itu sendiri dalam proses training middle management. Berikut adalah 4 ide tentang bagaimana memasukkan critical thinking tersebut dalam program training dan pengembangan middle manajer:

1. Mendidik para manajer, dengan memasukkan pondasi berpikir kritis

Setiap manajer harus mengenal fundamental atau fondasi dari proses critical thinking. Fondasi tersebut meliputi pengenalan asumsi, evaluasi argumen dan penarikan kesimpulan. Program training tersebut, sebaiknya tidak hanya membahas tentang “apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya”, tetapi juga termasuk “bagaimana cara berpikir mengenai hal itu”.

2. Perjelaslah manfaat dari berpikir kritis tersebut dalam kinerja manajerial

Ketika menghadapi masalah, manajer akan mencari langkah-langkah proses penyelesaiannya, juga mengupayakan aksi terbaik untuk keluar dari masalah tersebut. Di saat itulah, mereka benar-benar harus berpikir kritis untuk mendapatkan beberapa alternatif solusi mitigasi masalah. Untuk bisa melakukan hal tersebut, manajer harus paham bahwa critical thinking sangat diperlukan dalam situasi tersebut sehingga mereka bisa berperforma lebih baik.

3. Tunjukkan contoh dan kasus nyata yang dapat memunculkan pemahaman secara kontektual

Dalam sebuah group, manajer perlu melihat kembali pada beberapa projek/inisiatif yang sudah sukses atau bahkan gagal dijalankan. Dari project-project tersebut, mereka diminta melakukan konstruksi ulang terhadap keputusan yang telah ada. Latihan ini tidak hanya akan mengajarkan manajer untuk mengerti konteks organisasi tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan critical thinking dalam keputusan mereka.

4. Ciptakan suatu skema kolaboratif mengenai problem solving

Dalam group tersebut manajer diminta sharing untuk menyampaikan problem-problem yang mereka hadapi di organisasi dan manajer lain memaparkan pandangannya tentang cara menyelesaikan masalah. Saling mengevaluasi hingga kemudian timbul suatu kesadaran tentang berbagai jenis issue yang dihadapi oleh perusahaan/organisasi.

 

Tags: