Bagaimana Menegur Karyawan yang Bau Badan?

Memilih pendekatan yang baik untuk menghadapi kebiasaan buruk dan kebersihan karyawan memang tidak mudah, sebagai seorang praktisi HR menegur karyawan memiliki resiko tersendiri. Namun harus diakui gejala seperti bau mulut, nafas tidak segar, bau badan mempengaruhi produktivitas kerja. Simak sebuah survei dari kantor ketenagakerjaan di Australia baru-baru ini, yang dirilis dari HC Online.

Jajak pendapat itu menemukan bahwa 75% karyawan merasa sulit untuk bekerja sama dengan seseorang yang berbau badan, dan 64% bekerja buruk ketika mempunyai rekan yang memiliki napas yang bau. Selain itu penyakit yang juga mengganggu kinerja karyawan adalah batuk menahun (60%) dan perut kembung (48%).

“Isu kebersihan ini penting untuk diselesaikan oleh para atasan sebelum ada staff lain yang melakukannya dengan kurang bijak. Jika masalah ini sudah terlanjur terjadi takutnya akan berimbas ke isu bullying,” kata Tudor Marsden-Huggins dari kantor ketenagakerjaan.

Marsden-Huggins juga menyarankan kepada para HR untuk mengatasi masalah ini sesegera mungkin dan diselesaikan secara pribadi. Selain itu, para HR juga harus mempertimbangkan perasaan karyawan dengan meyakinkan mereka bahwa teguran tersebut bukan serangan melainkan langkah untuk meningkatkan kenyamanan dalam bekerja.

“Hal terbaik untuk dilakukan adalah berbicara dengan staff Anda, dimana seperti kita ketahui komunikasi antar manajer dengan karyawan akan menimbulkan rasa simpati satu sama lain. Ini bisa menjadi salah satu jalan untuk menyelesaikan persoalan yang rumit,” tambahnya.

Berikut beberapa cara yang disarankan oleh pakar SDM yang berbasis di A.S, Susan Heathfield:

1. Mulailah dengan pendekatan secara halus untuk membuat karyawan merasa nyaman terlebih dahulu, tapi jangan membingungkan atau berputar-putar.

2. Utarakan kepada karyawan secara langsung apa masalahnya sebagaimana Anda merasakannya.

3. Jika kondisinya memungkinkan, hubungkan masalah tersebut dengan bisnis, seperti dampaknya bagi performa tim Anda.

4. Sampaikan juga bahwa perilaku tersebut tidak hanya akan mempengaruhi bisnis dan rekan kerja namun juga akan berakibat kepada karir karyawan.

5. Pekalah terhadap fakta bahwa budaya yang berbeda memiliki standard penampilan yang tidak sama, seperti halnya cara berpakaian, mandi hingga menyantap makanan.