70% Karyawan Ingin Resign Setelah Berlibur

Dinukil dari huffingtonpost.com, sebuah studi terbaru membuahkan hasil bahwa liburan (vacancies) berdambak sangat baik untuk kesembuhan mental dan berakibat buruk terhadap pekerjaan yang kita benci. Mengapa demikian?

Penelitian yang diselenggarakan oleh monster.com mengungkapkan bahwa 70% orang lebih ingin mencari pekerjaan baru setelah menikmati liburan. Hasil ini didapatkan dari riset yang dilakukan pada 1200 responden di US yang mengunjungi website monster.com dalam kurun waktu dua bulan, yakni Juli hingga Agustus 2013.

Mary Ellen Slayter, Carrer Advisor dari monster.com mengungkapkan bahwa liburan adalah waktu yang tepat untuk melakukan self-assessment. Liburan memungkinkan adanya waktu luang, relaksasi dan keluar dari rutinitas sehari-hari. Ia menambahkan bahwa liburan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan kita mendiagnosis hambatan-hambatan pribadi, menjernihkan pikiran, me-review hal-hal yang salah dan memikirkan bagaimana untuk berubah menjadi lebih baik. Ditengarai, hal itulah yang membuat orang memutuskan untuk resign atau pindah kerja usai liburan.

Sebaliknya, jika kita kekurangan waktu untuk berlibur, yang terjadi adalah kita menjadi lebih stress di tempat kerja. Dan itu juga kurang baik karena bisa saja berdampak pada kinerja yang kurang produktif hingga menyebabkan gaji menurun dan penumpukan tugas. Jika kesempatan berlibur jarang datang maka kita bisa mengurangi rasa stress dengan berbagai cara antara lain dengan siap sedia minyak esensial di meja, menulis to-do list kita dengan tangan, mengganti kursi kerja kita dengan bounce ball jika diperbolehkan, atau bisa juga dengan memanfaatkan jeruk sebagai kudapan di sela-sela jam kerja yang padat. Vitamin C yang terkandung dalam jeruk akan memudahkan kita untuk bangkit dari kondisi stress.