5 Cara Hebat Membuat orang Lain Melakukan Perintah Kita

leadership-913043_640

Dalam kehidupan sehari-hari,  kita tidak bisa terlepas dengan satu hal bernama “persuasi” atau membujuk orang untuk mengikuti arahan atau perintah dari kita. Contohnya saja ketika kita harus membujuk pihak bank untuk memberikan kita pinjaman, meminta kenaikan gaji kepada atasan atau bahkan menyuruh hewan peliharaan kita masuk pekarangan setelah lari melalui gerbang depan.

leadership-913043_640

Sayangnya kebanyakan orang memakai cara yang tidak efektif dalam meminta orang lain untuk melakukan apa yang kita mau. Mereka merajuk, memaksa, bahkan berkata keras untuk membuat orang lain menuruti kemauannya. Cara seperti itu sebetulnya justru tidak efektif.

Baca juga: Ingin Berbicara Layaknya Pemimpin, Ikuti Langkah Berikut

Ketika meminta pertolongan dari orang lain, hubungan baik dan saling pengertian satu sama lain adalah hal yang paling kita butuhkan. Dilansir dari inc.com, berikut adalah beberapa tips yang dapat kita coba saat meminta pertolongan orang lain.

1. Sampaikan latar belakang cerita

Saat awal-awal mencoba dunia kepemimpinan dan hubungan kerja, Anda mungkin berpikir bahwa kedua hal tersebut adalah selalu tentang salah satu pihak memerintah pihak lainnya. Dan itulah kenapa, kita harus memberikan latar belakang cerita atau penjelasan yang masuk akal mengapa kita perlu meminta bantuan mereka.

Jadi, saat memerintahkan mereka untuk melakukan sesuatu, berilah alasan yang jujur dan realistis. Misalnya saja ketika telepon kantor Anda rusak, dengan kepala panas Anda meminta teknisi segera datang dan membenahi telepon hari itu juga. Belum tentu mereka akan memprioritaskan Anda.

Sampaikan bahwa Anda memang sedang menunggu keputusan seseorang melalui telepon atau Anda sedang stress karena banyak kerjaan dan telepon tersebut harus bisa bekerja. Alasan ini bisa menjadi pertimbangan bahwa memang perintah Anda harus segera dilaksanakan.

2. Belajarlah untuk bersabar

Beberapa hal memang sangat pantas untuk ditunggu. Dan terkadang, mendapatkan yang kita inginkan adalah layaknya berlatih kesabaran. Oleh karena itu, jangan mudah menyerah. Bila perlu, kita harus mengesampingkan terlebih dahulu hal-hal lain yang sifatnya urgent dan menyusun rencana cadangan demi memperoleh apa yang kita mau.

Di saat-saat seperti ini Anda harus mulai merenung bahwa sesuatu yang Anda anggap mendesak, belum tentu penting untuk masa depan Anda. Salah satu poin penting ketika Anda belajar bersabar adalah Anda menjadi orang yang sabar dan orang lain senang berada di dekat Anda. Ketika Anda menampakkan sikap percaya diri dan kalem, akan lebih tertarik orang memberikan apa yang Anda inginkan.

3. Fokus untuk menjaga hubungan

Mengenai hal ini, mungkin pergeseran mindset perlu Anda lakukan. Ketika Anda menginginkan kontrak senilai satu miliar dengan klien prospektif misalnya. Anda berpikir bahwa yang Anda inginkan adalah kontrak senilai satu miliar rupiah.

Padahal, yang sebenarnya Anda inginkan bukan hal itu. Anda ingin menjalin hubungan baik dengan seseorang yang bisa membayar Anda satu miliar dalam satu tahun. Jadi mulai saat ini, Anda perlu mengubah pemikiran bahwa hubungan baik dengan konsumen, atasan atau siapapun, jauh lebih penting dari keinginan kita yang berwujud barang atau proyek apapun.

Baca juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Seorang Pemimpin

4. Berhenti terlalu “banyak mau” dan merengek

Sebagian orang meminta tolong kepada orang lain dengan cara yang kasar atau sebaliknya, merengek-rengek. Tanpa mereka sadari, sikap tersebut sebetulnya justru menyebalkan bagi yang dimintai tolong. Justru orang yang biasanya mendapatkan pertolongan adalah orang yang menjalin hubungan baik dan tidak merengek-rengek. Mereka adalah orang-orang yang sopan, tidak egois dan ramah.

5. Lihatlah dalam perspektif yang lebih besar

Cara terbaik untuk mengerti apa yang Anda benar-benar inginkan adalah dengan melihat kehidupan seperti layaknya sebuah marathon, bukan sprint. Pada akhirnya, apa yang benar-benar Anda inginkan adalah kepuasan batin, hubungan baik yang saling menghargai, kedamaian dan jauh dari kerusuhan.

Ketika Anda pergi ke dealer mobil misalnya, Anda ngotot dan meminta penawaran paling murah kepada petugas dealer. Petugas dealer mungkin saja memberikan penawaran tersebut, tetapi Anda telah membuat mood-nya berantakan setelah menerima kemarahan dari Anda.

Cobalah datang ke dealer yang sama, mintalah penawaran yang wajar dan bersikaplah ramah. Petugas dealer akan senang, begitu pula Anda. Anak-anak Anda pun juga akan melihat Anda sebagai orang yang bijak dan adil. (*)