4 Bekal Perusahaan dalam Perjalanan Menuju Sukses

Goal dari organisasi atau perusahaan adalah sebuah perjalanan (journey), bukan semata-mata destinasi. Dan sepanjang perjalanan menuju kesuksesan tersebut, perusahaan perlu mempersiapkan perbekalan penting. Paul R Niven, seorang konsultan bisnis dan penulis mengungkapkan bahwa terdapat 4 hal yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk bisa mewujudkan goal-nya. Keempat hal tersebut ada sebagai petunjuk arah sekaligus kendaraan untuk meraih tujuan.

Yang pertama, organisasi harus memiliki visi dan misi. Visi menggambarkan keinginan terbesar perusahaan di masa mendatang, 5, 10 atau 15 tahun mendatang. Karena itulah visi harus jelas dan tidak normatif. Paul mensyaratkan agar vision statement dibuat ringkas (concise) sehingga mengundang perhatian dan mudah diingat. Selain itu kalimat visi juga harus tertulis, konsisten dengan misi, dapat diverifikasi dan feasible.

Langkah kedua adalah menerjemahkan visi ke dalam strategi. Apa itu strategi? Strategi adalah segala bentuk pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan, berdasarkan pada proses operasi perusahaan dan berfungsi untuk mewujudkan misi perusahaan tersebut. Strategi adalah hal yang sangat krusial, namun sebuah penelitian dari McKinsey mengungkapkan bahwa hanya 45% dari 800 eksekutif perusahaan yang disurvey yang mengatakan bahwa mereka puas dengan perencanaan strategis perusahaan mereka. Padahal, seorang ahli management Michael Porter mengungkap bahwa kesalahan terburuk dari organisasi adalah ketika mereka merasa memiliki strategi padahal sebetulnya tidak.

Strategi merupakan rekonstruksi dari visi dan misi, sedangkan visi dan misi ini dapat dieksekusi dengan langkah ketiga yaitu system, semisal Balanced ScoreCard (BSC). Fungsi dari BSC adalah menyederhanakan strategi yang jumlahnya sangat banyak menjadi poin-poin yang ringkas sesuai tingkat prioritasnya. BSC ini disusun sangat to the point terhadap pencapaian seperti apa yang akan kita raih, dan melalui sumber daya seperti apa, berdasarkan apa yang dimiliki oleh perusahaan.

Hal keempat yang harus dimiliki perusahaan adalah change management. Ini adalah proses yang tidak mudah, bahkan mungkin paling sulit dan bersifat praktis dibandingkan ketiga poin lainnya. Salah satu penyebab dari sulitnya transformasi adalah kemalasan untuk mengubah kebiasaan. Paul dalam presentasinya di acara Spex2 forum di Hotel Mulia Senin lalu (25/11) membeberkan lima metode untuk melakukan change management, antara lain,

1. Proactive action, yaitu dengan memberikan penjelasan kepada karyawan atau anggota organisasi mengapa mereka perlu berubah.

2. Mengatasi sikap skeptis dengan menjadikan diri sendiri pionir dalam perubahan.

3. Menunjuk ambassador atau duta untuk mengampanyekan perubahan tersebut.

4. Bekerja cepat agar dapat momentum, bukan selalu menunda apabila merasa datanya kurang lengkap.

5. Mengusahakan untuk berkinerja baik di awal proses perubahan.

Seorang leader adalah agen perubahan, perubahan tidak akan berarti besar tanpa diikuti seluruh member organisasi. Dan saat ini, banyak sekali contoh perusahaan yang sukses dengan transformasi besar-besaran yang ia lakukan. Kalau di Indonesia, Garuda Indonesia, Kereta Api Indonesia (KAI) atau Pertamina adalah contoh-contoh untuk perubahan. Hampir seluruh perusahaan mengungkapkan bahwa itu bukanlah proses yang mudah. Perubahan membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.