3 Tanda Anda Terlalu Pintar untuk Pekerjaan Anda

Sebuah itikad baik untuk meningkatkan performa ketika mengerjakan suatu tugas tentunya akan berdampak positif pada peningkatan hasil kerja. Hanya saja, ada saat di mana kita merasa bahwa upaya itu sudah tidak diperlukan lagi.

Jika di tempat kerja sekarang Anda merasakan hal tersebut, bisa jadi sebenarnya memang sudah tak ada lagi ruang bagi Anda untuk berkembang dalam pekerjaan tersebut. Nah, apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah kita masih harus mempertahankannya atau meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencari yang baru?

Hampir semua entrepreneur aspiratif pernah bergulat dengan pertanyaan ini. Di atas kertas mereka memiliki pekerjaan yang sempurna, tetapi di lain sisi, ia merasa tidak berkembang. Lalu terjebak dalam kebingungan apakah ia bisa keluar dari zona nyaman tersebut dan lalu berbuat sesuatu yang berbeda. Lalu kapankah seharusnya kita melangkah keluar dari pekerjaan kita saat ini?

Lazimnya, akan ada beberapa argument yang cukup meyakinkan dari dua pilihan tersebut. Misalnya saja ketidakpuasan di tempat kerja, hal ini tentunya akan berdampak pada perubahan pandangan kita terhadap jobdes kita. Tetapi apapun itu, kita harus segera keluar dari tempat kerja dan mencari pekerjaan baru apabila jobdes yang sekarang tidak lagi bisa memberikan tantangan baru bagi Anda.

Liz Ryan, Founder dan CEO Human Workplace di LinkedIn seperti dikutip dari Inc.com mengatakan bahwa kita bisa belajar dari apa yang dilakukan kelinci atau tikus. Mereka membutuhkan sesuatu yang keras untuk membuat giginya tetap tajam dan tetap berfungsi. Dengan konsep tersebut, kita sebagai professional perlu membubuhkan sesuatu pada pekerjaan kita. Misalnya pemikiran baru, startegi baru dan menggerakkan otot kita sehingga pikiran kita tetap sibuk.

Baca juga: 6 Hal ini Berpotensi Gagalkan Kita Dapat Pekerjaan

Jika Anda masih bingung dalam memutuskan apakah harus pergi atau tetap tinggal di perusahaan tempat kita kerja sekarang, situasi-situasi berikut bisa memberikan petunjuk:

1. Timbul sebuah masalah, masalah seperti apa?

Melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang sama secara terus-menerus tidak akan pernah mengajari siapapun apapun. Apabila partner kerja Anda adalah orang yang senang melakukan pengulangan cara kerja dan selalu mengikuti cara yang sudah ada, maka mustahil kita dapat mengasah kemampuan kita di tempat tersebut dalam waktu yang singkat. Ya mungkin teman kantor Anda adalah orang yang paling baik di dunia dan dia juga adalah orang yang membuat Anda merasa nyaman berlama-lama. Namun, jika ketika kita membicarakan cara kerja baru dan dia menolaknya atau enggan memikirnya, maka ada baiknya kita segera berpikir untuk resign.

2. Dengan siapa kita bisa belajar?

Berulang kali pameo lama ini ditampilkan, “jika kita bergaul dengan orang-orang yang pintar, maka kita akan menjadi lebih pintar”. Jika ketika Anda menoleh ke sekelilingmu dan melihat bahwa Anda tidak bisa belajar dengan siapapun, maka ini adalah sebuah peringatan. Peringatan bahwa Anda harus segera angkat kaki dari kantor Anda sekarang. Jadi, bertanyalah kepada diri sendiri, “kepada siapa saya bisa belajar? Dengan siapa saya bisa berdiskusi?” jika jawabannya adalah “tidak ada”, maka resign bisa jadi pilihan terbaik.

3. Tidak ada Visi yang jelas dari tataran level atas

Tentunya akan sulit bagi kita jika harus bekerja dan melakukan improvisasi tanpa tahu tujuan akhir dari pekerjaan yang kita lakukan. Dan di sebuah perusahaan yang sudah mapan, kecuali memang jabatan kita sudah sangat tinggi, maka visi dari tim di departemen kita sangat bergantung pada top level. Ketika kediamanlah yang kita peroleh dari atasan, maka tak hanya visi yang kabur, tetapi penghargaan yang diberikan kepada kita pun sangat minim. Akan sulit bagi kita untuk bersungguh-sungguh melakukan sesuatu yang kita tak tahu mau dibawa ke mana. Salah satu jalan keluarnya adalah mencari peluang kerja di tempat lain. Alasannya, belajar dari atasan itu sangat penting.

Baca juga: 7 Cara Membuat Karyawan Lebih Mencintai Pekerjaan Mereka

Tags: ,