3 Masalah dengan Kesempurnaan

Anda bekerja di perusahaan yang menurut Anda sempurna, bangunan yang bersih, taman yang terawat dan semua orang datang tepat waktu dalam setiap meeting dengan dokumen yang dibutuhkan. Di manakah masalahnya? Mungkin justru di situlah permasalahannya.

Setidaknya menurut Margaret Heffernan seperti ditulis di Inc.com, kesempurnaan suatu perusahaan dapat berarti banyak, bisa saja salah satunya, tanpa Anda sadari kepala perusahaan menuntut Anda untuk tidak membuat kesalahan. Hal ini kemudian mengarahkan pada tiga permasalahan kritis yang perlu Anda ketahui mengenai sesuatu yang kelewat sempurna.

Baca juga: Menghadapi Bos yang Perfeksionis

1. Banyak yang Diam

Tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali hal tersebut sudah diagendakan. Hal ini membuat setiap orang fokus dalam setiap meeting, namun mereka tidak mengutarakan pikiran mereka. Bahkan mereka yang memiliki kuasa pun akan merasa terintimidasi dan dihambat, padahal mereka sendiri memiliki kuasa. Mereka yang lebih senior tidak mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi, dan tidak ada satupun orang yang memberi tahu mereka dan mereka yang junior hanya akan merasa cemas.

2. Pemborosan

Energi akan terbuang pada hal yang tidak perlu. Konfirmasi setiap orang dalam setiap meeting, salah dalam pengetikan berarti harus print baru, dan sebagainya. Semua energi dan perhatian akan fokus pada hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

3. Kurangnya inovasi

Ide tidak selamanya sempurna. Mereka dimulai dengan hal yang samar-samar dan masih kasar, yang sebelumnya buruk perlu dipoles agar lebih bernilai dan bermanfaat. Dalam budaya perfeksionis, hal ini tidak dapat muncul. Dalam budaya perfeksionis, segalanya harus sempurna bahkan dari awal sekalipun.

Terkadang mungkin Anda berpikir untuk membuat perubahan dalam situasi-situasi tersebut. Namun jika hal itu sudah mendarah daging dalam budaya perusahaan, mungkin hal itu menjadi tidak mudah. Kesempurnaan mungkin memang dibutuhkan, namun ketika hal tersebut menjadi berlebihan hal ini menjadi tidak sehat dan akan merugikan diri sendiri.

Baca juga: Mengelola Staff yang Perfeksionis

Tags: ,