Majalah Human Capital » Edisi Terbaru » Fokus

 
Halaman [ 1 2 Selanjutnya »| ] dari 2

Agenda CEO 2010

Edisi 69 Desember 2009

Tahun depan adalah tahun HR. Bisa jadi, mengingat peran seorang HR di perusahaan kini makin kentara. HR kini berevolusi menjadi mitra bisnis bagi CEO untuk ikut mengawal ke mana perusahaan melangkah, sesuai visi dan misinya. SDM pun menjadi prioritas agenda para CEO di 2010. Simak apa kata CEO berikut ini.

Mukiat Sutikno

Menyelaraskan SDM dengan Budaya Perusahaan

Setiap menyongsong tahun baru, General Motors (GM) senantiasa menyiapkan agenda SDM. Mukiat Sutikno, Managing Director PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAI), memandang SDM sebagai salah satu urat nadi perusahaan otomotif tersebut baik di Indonesia maupun di dunia. Ia menjabarkan 3 prioritas penting di bidang SDM, sesuai dengan prioritas bisnis GM ke depan, yaitu: Customers, Cars & Culture.

Penerapannya dalam customers, tutur Mukiat, SDM GMAI mesti memiliki mental “customer-oriented” untuk para pembeli maupun pemilik mobil Chevrolet. “Pola pikirnya, bagaimana bisa berkontribusi agar customers lebih happy memiliki mobil Chevrolet. Juga, agar pelanggan mendapatkan pengalaman menyenangkan baik saat servis maupun berurusan dengan Chevrolet. Sedangkan untuk internal customers, kami menganut teorti klasik, yaitu next process is our customer,” imbuhnya.

Dengan falsafah tersebut, tiap departemen mesti melakukan estafet membantu departemen lain dengan satu tujuan, external customers merasa puas dan bisnis perusahaan berkembang. Di GMAI, Mukiat menambahkan, tidak ada kata gengsi maupun territorial. Misalnya, orang marketing melayani sales dalam meng-create demand. Orang sales melayani marketing dengan menciptakan program untuk “dikomunikasikan”. After-sales melayani sales dengan memastikan bahwa servisnya akurat dan spare parts tersedia di mana-mana. Orang finance melayani semua departemen dengan memastikan cash flow sehat dan semua vendor dibayar tepat waktu. Demikian seterusnya.

Dalam hal cars, Mukiat menerangkan, manajemen menjaga SDM dari awal perekrutan. “Nomor satu, harus punya passion di dunia otomotif. Saat sudah bergabung, apa pun fungsinya, ia harus punya knowledge tentang brand dan product yang kami jual. Ketiga, ia harus punya faith bahwa produk Chevrolet memang berkualitas, sehingga ke mana-mana ia akan bangga menjadi brand ambassador sekaligus word of mouth produk kami,” ujarnya.

Berkaitan dengan culture, nomor satu yang menjadi agenda Mukiat adalah menghilangkan birokrasi baik dalam praktik maupun mental karyawan. Ia menegaskan, jangan sampai ada karyawan GM yang berpikir “Kalau bisa dibuat susah, kenapa mesti dibuat gampang”. “Justru sebaliknya, kami harus berpikir apa yang bisa kami bantu? Juga, bagaimana proses approval bisa dipercepat, keputusan bisa diambil bersama dan proses ekskusinya berjalan lancar,” tuturnya.

Mengenai masalah SDM yang menjadi perhatian di tahun depan, Mukiat menyebut tetap selaras dengan ketiga hal yang tadi disebutkan: customers, cars dan culture. “Intinya, semua karyawan GM Indonesia mesti profesional, fokus, dan punya semangat melayani yang tinggi, serta mencintai brand dan product Chevrolet. Masalah kesejahteraan dan work-life balance tentu menjadi fokus kami sejak saya bergabung,” katanya.

Mukiat menyampaikan, semua fungsi memiliki posisi yang sama penting. “Termasuk HR tentunya. Tanpa manusia berkualitas, mustahil mencapai tujuan perusahaan. Ibarat mobil balap super canggih tapi tak punya driver, yah bagaimana mobil tersebut bisa menunjukkan performanya? Untuk itu, yang perlu ditingkatkan adalah awareness tim HR mengenai seluruh unit bisnis, terutama mau melihat yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Program training dan team building yang efektif menurutnya perlu dirancang agar dukungan yang diberikan menjadi lebih tajam dan relevan. “Bagi kami, HR dan CEO adalah servant leaders yang mesti melayani seluruh perusahaan agar dapat mencapai target perusahaan,” tuturnya menandaskan.

Hasnul Suhaimi
Peningkatan SDM Menuju Transformasi Organisasi

Perusahaan telekomunikasi yang satu ini terlihat makin lincah dan gesit di bawah nakhoda Hasnul Suhaimi. Bagaimana CEO PT Excelcomindo Pratama, Tbk. (XL) ini menyambut 2010? Hasnul sudah punya sederet agenda dalam memantapkan langkah XL di percaturan industri telekomunikasi Indonesia. Bicara tentang human capital, Hasnul dengan gamblang memaparkan agenda SDM-nya untuk tahun 2010. Menurutnya, ada dua sasaran yang menjadi prioritas human capital, yaitu yang berkaitan dan mendukung program dan strategi perusahaan.

”Transformasi menjadi organisasi yang berorientasi kepada pelanggan, membangun pola pikir intentional customer experience, dan mempersiapkan sumber daya manusia dengan mengembangkan kompetensi untuk bisnis, terutama yang baru,” tulis Hasnul dalam surat elektroniknya kepada Majalah HC. Kompetensi SDM untuk meningkatkan keunggulan operasional juga menjadi fokus utama Hasnul. ”Membangun manajeman talenta yang berkaitan dengan identifikasi dan pengembangan, membangun rencana karier untuk talent termasuk prosesnya, menjalankan program manajemen pengembangan sesuai kompetensi yang dibutuhkan, dan memperkuat implementasi sistem manajemen kinerja,” paparnya.

Hasnul mengatakan bahwa kesiapan SDM dalam mengemban dan menuntaskan tugas yang diberikan melebihi ekspektasi adalah kunci keberhasilan program apa pun di perusahaan. Bagi Hasnul, HR sebagai partner bisnis bukan sekadar jargon tapi menjadi perhatiannya dalam meningk a t k a n kualitas divisi HR XL di 2010. “Memas t ikan bahwa peran HR sebagai s t r a t e g i c b u s i n e s s partner bagi unit atau departemen, dan selalu sejalan dengan strategi perusahaan. Mencapainya adalah dengan meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan bisnis, termasuk terlibat dalam setiap proses yang berkaitan dengan human capital,” katanya.

Memberikan arahan dan tantangan yang sejalan dengan arah perusahaan, termasuk memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam kaitan dengan human capital. Itulah peran Hasnul sebagai CEO dalam menjalankan agenda SDM yang sudah dicanangkannya untuk 2010.

Syahril Japarin
Prioritaskan Sistem Manajemen Kinerja

PT Aetra Air Jakarta (Aetra) tidak main-main dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Malah, menurut Direktur Utama Aetra, Syahril Japarin, agenda SDM menempati urutan pertama dalam Program Kerja Manajemen Aetra 2010. Syahril menambahkan, agenda tersebut sudah masuk dalam Business Plan 2010 dan disetujui komisaris awal November 2009, dan sudah dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.


Halaman [ 1 2 Selanjutnya »| ] dari 2

Artikel sebelumnya

Media Partner

Edisi 71 Februari 2010
Selamatkan Bumi Kita Let's Go Green