Majalah Human Capital » Edisi Sebelumnya » Peluang Bisnis
Jualan Jamu Lewat BlackBerry
Edisi 63 Juni 2009
Di tangannya, nama Mahkota Dewa dipopulerkan dan menjadi terkenal sebagai obat mujarab untuk berbagai penyakit. Kendati sempat jatuh dua kali, usahanya tetap tumbuh hingga menembus pasar internasional.
Saat dijumpai di kliniknya di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Aning Harmanto bertutur tentang kiprah usahanya. Presiden Direktur PT Mahkota Dewa Indonesia ini ingat betul saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia pernah mendapat permen dari saudaranya. Alih-alih dimakan, Aning malah
menjual permennya ke temannya. “Uang hasil jualan tadi saya belikan permen kembali untuk dijual lagi, sampai akhirnya ketahuan orang tua dan dimarahi karena masih anak-anak kok sudah jualan,” katanya diiringi tawa.
Bakat jualan Aning terus berlanjut hingga kuliah di Jogjakarta. Aning muda rupanya tergerak untuk meringankan beban orang tua yang menghidupi 10 anak. Bakatnya di bidang seni pun dimanfaatkan dengan ikut main drama maupun ketoprak, termasuk kebisaannya menulis ia jadikan ladang uang.
Aning sempat mengikuti banyak kursus, mulai dari memasak, keterampilan hingga kecantikan. Yang sempat membuat orang-orang di sekitarnya geleng-geleng kepala adalah, saat ia melakukan pekerjaan borongan dalam suatu acara perkawinan. “Di situ saya yang mendekor ruangan, merias pengantin, jadi MC (master of ceremony, red), motret dokumentasi sekaligus bikin video,” ungkapnya antusias.
Keterlibatan Aning dengan dunia herbal berawal dari ibunya yang divonis dokter terkena penyakit tumor. “Sudah hopelesslah waktu itu,” akunya. Kemudian, ada tetangga yang memberi tahu untuk mencoba pengobatan alternatif dengan perkembangan kesehatan ibu membaik sehingga tidak dirawat lagi di rumah sakit. Berjalan selama tiga tahun sebelum akhirnya beliau meninggal,” tutur Aning.
Dari musibah membawa berkah. Itulah yang terjadi kemudian dalam perjalanan Aning selanjutnya. Racikan keluarganya yang menggunakan mahkota dewa digetok-tularkan kepada keluarga lain dan tetangga kiri kanan. “Dari situlah akhirnya kami bisa buat semacam minuman instant, dan apa yang kami lakukan memang berangkat dari pengalaman. Saya sendiri pernah kena tumor payudara, juga kakak saya yang tiga kali kena tumor. Jadi kami ini keluarga yang bakat kena tumor. Eh, kami coba-coba hingga bisa sembuh tanpa harus dioperasi,” ujarnya mengisahkan.
Pengalamannya menjadi herbalis menurut Aning bukan hal yang spesial. “Kalau orang Jawa itu racikan-racikan sudah menjadi pengetahuan umum, misalnya kalau sakit lambung dikasih temulawak. Ini sudah menjadi tradisi. Tapi yang tidak umum adalah kami menambahkan buah mahkota dewa,” lanjutnya.
Dari konsumsi sendiri, ternyata tetangga dan beberapa teman meminta Aning membuatkan racikannya. “Sewaktu mereka pesan ada yang bilang, Bu Ning mbok ya bikin yang pahit dong, jamu kok manis. Oh, ternyata ada yang doyan pahit tho. Ya sudah, saya iris-iris racikannya dan dikeringkan. Jadilah racikan herbal,” katanya bercerita.
Berkembangnya usaha Aning tak lepas dari masukan konsumen, hingga muncul produk kapsul dan teh celup yang melengkapi sekitar 60-an jenis produk herbal yang sudah dihasilkan
saat ini.
Perjalanan penting Aning ditandai dengan pembukaan klinik pada 2002, yang memanfaatkan salah satu ruangan di rumahnya di bilangan Koja, Jakarta Utara. Dari pembukaan klinik inilah Aning mendapat inside business yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Misalnya, mengingat posisinya sebagai herbalis, Aning sebenarnya tak beda jauh dengan peran dokter yang melakukan diagnosa penyakit dan lantas memberikan resep obat.
“Biasanya saya memberikan saran ke pelanggan untuk menambahkan ramuan lain seperti merebus daun salam, itu kan gampang. Tapi biasanya mereka protes dan minta sekalian saja disiapkan racikannya. Maka, jadilah paket-paket produk mahkota dewa mulai dari paket kanker sampai diabetes. Ya semua itu berangkat dari permintaan para pelanggan,” kata Aning menjelaskan.
Meski usahanya sekarang sudah ber- gema ke mana-mana, ketegaran berbisnis Aning ternyata mengharuskannya melewati jembatan ujian. “Kami mengalami masa sulit pada 2006. Ada orang yang menipu. Dia mengambil produk ratusan juta, produknya laku dan barangnya habis tapi duitnya nggak ada. Ketambahan pada 2007, kami menghadapi kondisi lebih parah lagi karena pabrik di Bantul kena gempa bumi,” ujarnya sedih.
Aning bertindak cepat. Ia mengumpulkan semua timnya. “Saya bilang, oke kondisi kita lagi begini, kita saat ini susah tapi yang lebih susah dari kita juga banyak. Begini saja, kita punya usaha ini intinya mau menolong orang lain, menolong orang yang sakit, menolong orang yang nggak punya pekerjaan. Kalau niat kita menolong orang lain, pasti Tuhan akan menolong kita,” papar Aning mencontohkan ucapannya saat mengalami kondisi sulit. Aning memegang kuat prinsip tersebut hingga pelan-pelan ia bangkit kembali, di samping selalu berpikir positif dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Bagi Lilik, salah satu karyawan Mahkota Dewa Indonesia, prinsip Aning yang demikian menularinya pula. “Saya sedih kalau pelanggan belum membaik dan merasa sangat berarti saat melihat pelanggan memberi kabar kesembuhan,” imbuh Lilik.
“Motivasi saya tentu saja ingin membuat produk yang tidak sama dengan orang lain. Kami ini kuat di mahkota dewa, jadi apapun sakitnya semua produk kami selalu ada unsur mahkota dewa. Itu telah menjadi keyakinan kami. Dari awal positioning-nya sudah beda dan unik,” kata Aning menegaskan.
Wanita kelahiran Jogjakarta, 8 Mei 1957 ini menambahkan, dalam mengembangkan usaha ia tidak menggunakan iklan gede-gedean.
Aning memilih menulis buku sendiri. Hingga kini sekitar 20 judul buku telah ia terbitkan dan dipasarkan di toko-toko buku. “Ternyata dari buku itu menaikkan brand image saya dan mempertemukan dengan para peneliti dari UGM, UI, dan LIPI. Karena bukubuku saya diliput oleh banyak media cetak dan elektronik membuat para peneliti menjadi care,” tuturnya.
Aning mengakui dirinya mengikuti banyak milis dan Facebook ikut membantu memulihkan bisnis dengan cepat. “Kalau orang lain bilang Facebook tempat main-main, saya justru melihat Facebook sebagai tempat yang efektif untuk berpromosi. Melalui BlackBerry saya bergerak di Facebook dan ternyata banyak pasien yang datang dari sana,” akunya
Melalui website-nya (www. mahkotadewa.co.id dan www. ningharmanto.com), Aning juga sering berinteraksi baik melalui email maupun chatting dengan pelangganpelanggannya di luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, Belanda, Timur Tengah, Jerman, dan China. Tanpa menyebut angka, omzet yang berasal dari online ini bisa menyamai perolehan di salah satu klinik offlinenya.
Artikel sebelumnya
