Uang Makan Dihapus dari Komponen Upah Lembur, Bolehkah?

Pertanyaan :

Perusahaan saya menerapkan penghitungan upah lembur dari gaji pokok + komponen makan + transport + seragam (tunjangan tidak tetap) berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dari kondisi ini setiap kali kami menuntut perbaikan mengenai menu kantin (makan), manajemen selalu beralasan keberatan karena naiknya salah satu komponen tersebut mengakibatkan naiknya upah lembur (pengeluaran perusahaan). Hal ini sudah berlangsung lama (kurang lebih 8 tahun) dan akhirnya saat ini ada review perubahan PKB, komponen tersebut dikeluarkan dari formula perhitungan lembur. Tapi, diberikan kompensasi dalam bentuk tunjangan pendidikan bagi karyawan menikah dengan anak > 5 tahun. Dari sini timbul pro kontra terutama dari karyawan yang biasa lembur karena menjadi berkurang pendapatannya. Apakah langkah SPSI menyepakati penghapusan tersebut sudah tepat?


Jawaban :

1. Pembaharuan PKB dilakukan melalui perundingan kedua Tim Perunding yaitu Pengusaha dan Serikat Pekerja. Dalam teknik Negosiasi dikenal dengan istilah trade off yang artinya adalah bahwa kedua pihak melakukan pertukaran atas materi/item yang dirundingkan.

2. Perusahaan keberatan menaikkan komponen makan karena berdampak pada kenaikan upah lembur, namun sebagai gantinya perusahaan memberikan kompensasi tunjangan pendidikan dengan syarat tertentu 3. Berdasarkan pengalaman, kesepakatan-kesepakatan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja dengan Pengusaha tidak selalu dapat memuaskan semua pekerja karena masing-masing golong pekerja memiliki kepentingan berbeda.

3. Pekerja yang berhak atas upah lembur menghendaki upah lembur tidak turun, di sisi lain, pekerja yang menikah dengan anak berumur >5 th perlu bantuan untuk pendidikannya. Jelas, perusahaan tidak mungkin memberikan keduanya karena berdampak pada kenaikan cost yang signifikan.

4. Pertimbangan serikat pekerja saya nilai sudah tepat karena tentu hal tersebut sudah dibicarakan secara matang dengan perwakilan pekerja tentang segala konsekuensinya.

5. Kesimpulan: tidak pernah mungkin untuk memuaskan semua pihak.