Tentang Gaji dan Pesangon Setelah Mengundurkan Diri

Pertanyaan :

Saya mulai kerja 13 Mei 2005 dengan status kontrak 1 tahun sebagai Staf Admin Kantor Pusat. Pada 2006 diangkat menjadi Assistant Account Officer (AAO) di salah satu Kabupaten dengan kontrak 1 tahun. Pada 2008 saya dikontrak lagi 1 tahun dengan posisi yang sama. Alhamdulillah selama bekerja saya dapat memenuhi target yang ditetapkan manajemen. Sebagai AAO saya bekerja melampaui target, siang mencari nasabah dan malam proses pembiayaan, ke notaris, penagihan dengan gaji standar (insya Allah saya iklas dan tidak mengambil uang lembur).

Sampai pada Januari 2010 saya dipindahkan ke kantor Cabang Utama. Selama kontrak saya diberi kesempatan untuk tes pengangkatan pegawai tetap. Terhitung sudah 3x saya jalani. Karena 3x tidak lulus tes, salah satu kebijakan manajemen adalah pemutusan kontrak pegawai, untuk menjadi tenaga outsourching koperasi. Karena saya tidak mau menjadi tenaga outsourching (karena ada hak-hak saya yang hilang), maka pada 25 Februari 2010 saya mengajukan pengunduran diri. Per 1 Maret 2010 informasi Kepala Cabang, permohonan saya langung disetujui kantor pusat dan sudah tidak terdaftar lagi sebagai pegawai perbankan syariah tersebut.

Alhamdulillah pada saat yang sama, saya juga mendapatkan pekerjaan yang berbeda dengan tempat saya pertama. Yang jadi pertanyaan saya: (1) Apakah saya masih mendapatkan kompensasi berupa gaji untuk Maret 2010? (2) Kompensasi apa saja yang menjadi hak saya?


Jawaban :

Oleh karena per 1 Maret 2010 Anda sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut maka Anda tidak mendapatkan gaji untuk bulan Maret 2010.

Berdasarkan UU ketenagakerjaan 13/2003, karyawan yang mengundurkan diri tidak mendapatkan pesangon, hanya mendapatkan uang pisah yang besarnya diatur dan ditetapkan oleh masing-masing perusahaan.

Alhamdulillah Anda sudah mendapatkan pekerjaan, semoga pekerjaan baru ini lebih baik dari pekerjaan sebelumnya.