Strategi Pengelolaan SDM bagi Pemimpin Baru

Pertanyaan :

(Rubrik Tanya Jawab ini disponsori oleh: )
0

Saya baru ditempatkan di personalia, khususnya Industrial Relation. Sebelumnya saya di bagian General Affair, mengelola 350 kendaraan operasional. Bagaimana saya mengatur strategi dalam bekerja mengelola SDM?


Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan Pak Djoko. Saya salut dengan adanya keinginan yang kuat dari Bapak untuk dapat belajar mengelola SDM dengan baik dan mengatur strategi dalam bidang pekerjaan Bapak yang baru.

Dalam merumuskan maupun melaksanakan strategi pengelolaan SDM, ada beberapa hal yang perlu Pak Djoko perhatikan, yaitu :

1. Visi dan Strategi perusahaan tempat Bapak bekerja

Strategi pengelolaan SDM sangat dipengaruhi oleh strategi perusahaan secara keseluruhan dan arah/visi perusahaan. Pengelolaan SDM sebagai modal utama perusahaan harus selaras dengan strategi perusahaan. Contohnya, apabila perusahaan memiliki strategi untuk ekspansi pasar/bidang usaha, tentunya strategi pengelolaan SDM-nya pun harus mengarah pada merekrut karyawan-karyawan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dan juga mengembangkan kompetensi karyawan yang sudah ada. Begitu pula apabila perusahaan sedang melaksanakan strategi retrenchment atau divest, tentunya Bapak perlu menyesuaikan strategi dengan tidak menambah jumlah karyawan dan mengoptimalkan kinerja karyawan yang ada. Untuk dapat memiliki strategi SDM yang sesuai dan mendukung perusahaan, perlu dipahami terlebih dahulu visi dan strategi yang dimiliki perusahaan, serta tentunya selalu up-to-date dengan perkembangan bisnis perusahaan.

2. Belajar mengenai SDM dan pengelolaannya

Sebagai pengelola SDM yang baru di perusahaan, sangat saya sarankan agar Bapak dapat mempelajari terlebih dahulu mengenai bagaimana praktik-praktik yang berjalan di bidang pengelolaan SDM selama ini. Bapak dapat belajar dari karyawan yang dahulu memegang posisi pengelola SDM, maupun dari rekan-rekan di perusahaan lain yang berkecimpung di bidang pengelolaan SDM. Pengetahuan yang didapat belum tentu selalu harus diterapkan, namun perlu disesuaikan dengan kondisi SDM di perusahaan.

3. Memetakan SDM yang saat ini dimiliki untuk dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan

Sering strategi pengelolaan SDM yang telah ditetapkan tidak dapat berjalan dengan baik karena kita lupa memetakan kondisi SDM yang dimiliki perusahaan saat ini. Pemetaan/audit sangat dibutuhkan untuk melihat apakah kita sudah memiliki ‘peluru’ SDM yang tepat untuk menjalankan strategi SDM dan juga strategi perusahaan secara keseluruhan. SDM yang kurang kompeten dapat menyebabkan terhambatnya pelaksanaan strategi. Strategi yang baik tanpa didukung pelaksanaan (dan pelaksana) yang baik, tidak akan dapat mencapai sasaran/visi yang telah ditetapkan.

4. SDM merupakan modal perusahaan yang bersifat liquid, intangible, dan selalu berubah

Mengelola SDM merupakan sebuah tantangan tersendiri karena SDM tidak dapat diprediksi semudah modal yang tangible. Sebagai contoh, mesin/mobil dapat berjalan dengan baik selama dipelihara sesuai prosedur dan diberi bahan bakar yang sesuai. SDM tidaklah semudah itu. Walaupun gaji, fasilitas, dan pelatihan telah diberikan, nyatanya 1001 macam masalah bisa menghampiri. Mulai dari motivasi yang turun, cekcok antarkaryawan, atau pun masalah keluarga, yang bisa mengakibatkan tidak stabilnya kinerja SDM. Pengelolaan SDM membutuhkan fleksibilitas, namun tetap berpegang pada kebijakan/aturan yang berlaku, serta membutuhkan kemampuan untuk melihat perkembangan di luar perusahaan (ketetapan pemerintah yang baru, kondisi pasar tenaga kerja, dll)