Serba Serbi Pensiun Dini

Pertanyaan :

Perusahaan akan melakukan pensiun dini (PENDI) terhadap karyawan di atas usia 50 tahun dimana PENDI tsb atas keinginan perusahaan.
Pertanyaannya
1) Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan skema pesangon yang terbaik bagi karyawan yang terkena "pendi" di luar UU No. 13 tahun 2003.
2) Apakah karyawan berhak menolak Pendi bila tidak sesuai dengan keinginan karyawan.
3) Bilamana tidak terjadi kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan ke mana keryawan dapat mengadukan masalah ini?

Terima kasih.


Jawaban :

Jawab:

1.Pada umumnya tujuan perusahaan melakukan PENDI adalah dalam rangka melakukan perampingan organisasi karena dirasakan bahwa jumlah pekerja terlalu banyak dibandingkan kebutuhan yang sesungguhnya. Mengingat bahwa perusahaan tidak dapat melakukan PHK sepihak (kecuali bila ada alasan kuat sebagaimana diatur dalam UU No 13 tahun 2003), maka dilakukan program PENDI.
Jadi PHK melalui program PENDI adalah PHK yang didasarkan atas kesepakatan bersama para pihak (pengusaha dan pekerja).

2.Skema pesangon, agar menarik minat pekerja, tentu disarankan tidak hanya sebatas normatif yaitu besarnya pesangon adalah 2x ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU No 13 tahun 2003, dan Uang Penghargaan Masa Kerja 1X Pasal 156 ayat (3) UU yang sama. Harus ada ‘sweetener’ atau insentive, misalnya pesangon ditambah dengan 0,5 ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU tersebut, jaminan kesehatan untuk pekerja dan isterinya masih diberikan dalam waktu 12 bulan setelah PENDI, dll. Silakan adakan "sweetener" sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan dan kreativitas masing-masing perusahaan.

3.Harap diingat bahwa kelemahan PENDI adalah pekerja yang diharapkan mengambil PENDI besar kemungkinan tidak akan mengambil (takut keluar), tetapi mereka yang diharapkan tidak mengambil PENDI malah mengajukan untuk PENDI karena mereka merasa mudah mendapatkan pekerjaan lagi setelah keluar dari perusahaan saat ini.

4.Mekanisme PENDI pada dasarnya harus mulai (inisiatif) dari pekerja.
Pekerja mohon untuk mengambil program PENDI. Bagi pekerja yang mohon PENDI, perusahaan tidak bisa untuk menyetujui atau menolak. Perusahaan hanya ada satu opsi yaitu menyetujui permohonan tersebut. Bila perusahaan menolak, maka perusahaan akan diklasifikasikan telah melakukan diskriminasi. Hal tersebut akan menjadi masalah hukum.

5.Sekali lagi, PENDI adalah suatu PHK yang berdasarkan pada kesepakatan bersama antara pekerja dengan pengusaha. PHK berdasarkan PENDI tidak dapat dimulai dari pengusaha, karena pekerja berhak menolak inisiatif pengusaha yang menawarkan PENDI kepada seorang pekerja tersebut. Bila perusahaan memaksa, maka pekerja tinggal melaporkan kasusnya ke Disnaker setempat, nanti Disnaker akan menjelaskan proses penyelesaiannya. Saya tidak akan menjelaskan di sini karena akan menjadi amat panjang uraiannya.

6.Mekanismenya adalah perusahaan mengumumkan secara terbuka kepada pekerja adanya program PENDI (biasanya tawaran program PENDI dalam waktu terbatas, misalnya dalam waktu 30 hari). Pekerja yang berminat mengambil program PENDI mengajukan permohonan kepada pengusaha.