SEKALI LAGI TENTANG THR

Pertanyaan :

Apakah ada perbedaan cara menghitung THR untuk karyawan tetap dan karyawan kontrak? Dan, untuk masalah pembayaran THR ini diatur dalam UU atau tidak? Bila iya, mohon infor jelasnya. Terima kasih.


Jawaban :

Mengenai THR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomer: PER-04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagaman bagi Pekerja di Perusahaan. Pada Pasal 2 disebutkan, "Pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus-menerus atau lebih". Hal ini berarti:
— Pemberian THR tidak memperhatikan status tetap, kontrak atau percobaan
— Karyawan yang masa kerjanya kurang dari 3 bulan tidak wajib diberi THR

Sebagai tambahan informasi, saya kutipkan pasal-pasal penting tentang pelaksanaan THR sebagai berikut :

Pasal 2
(1) Pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus atau lebih.
(2) THR sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diberikan satu kali dalam satu tahun.

Pasal 3
(1) Besarnya THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 ditetapkan sebagai berikut:
— Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 bulan upah.
— Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1(satu) bulan upah.
(2) Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.
(3) Dalam hal penetapan besarnya nilai THR menurut Kesepakatan Kerja (KK), atau Peraturan Perusahaan (PP) atau Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka THR yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan Kesepakatan Kerja, Peraturan Perusahaan, Kesepakatan Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.

Pasal 4
(1) Pemberian THR sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan, masing-masing pekerja kecuali kesepakatan pengusaha dan pekerja menentukan lain.
(2) Pembayaran THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dibayarkan oleh pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.