Sejauh Mana Informasi Tentang Peralatan Tes Psikologi Dapat Dibagi?

Pertanyaan :

Saya seorang HR executive. Salah satu pekerjaan utama saya adalah melakukan serangkaian proses rekrutmen (psikotes dan wawancara). Beberapa sahabat dekat yang masih mencari pekerjaan bertanya-tanya tentang alat-alat tes yang saya gunakan. Saya harus menjawab apa, dan sejauh mana saya dapat memberitahukan mengenai alat tes yang digunakan? Terima kasih.


Jawaban :

Ibu, terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Dari pengalaman kami membantu organisasi melakukan proses rekrutmen dan seleksi, alat seleksi terbagi dalam 2 kategori, yaitu alat tes untuk melihat kemampuan/knowledge kandidat, serta alat tes untuk melihat kepribadian dan behavior kandidat. Kami juga melihat bahwa organisasi sangat tidak mengharapkan HR executive untuk menginformasikan alat-alat seleksinya kepada kandidat organisasi tersebut.

Namun demikian mungkin Anda masih bisa bercerita tentang fungsi tools yang umum digunakan dalam proses seleksi. Contohnya Assessment Center, Anda bisa jelaskan bahwa fungsi dari Assessment Center ini adalah untuk mengukur behaviour seseorang dalam menduduki posisi tertentu. Atau Psycho Test, misalnya, berfungsi untuk melihat kepribadian dari kandidat. Sehingga untuk kedua alat ini, seberapapun kandidat berusaha latihan, tetap saja akan ter-capture behaviour maupun kepribadian mereka. Kedua alat ini tidak mengenal benar-salah. Lain halnya dengan test kemampuan seperti Bahasa Inggris yang tentunya sangat berkaitan tingkat kemampuan yang dilihat seberapa jawaban benar yang diberikan kandidat.

Kami juga mengusulkan supaya Anda lebih dapat membekali rekan-rekan Anda dengan gambaran situasi dunia kerja. Bagi fresh graduate rasanya mereka belum punya gambaran pekerjaan yang mereka inginkan. Tentunya hal ini erat kaitannya dengan sulitnya lapangan kerja di Indonesia sehingga kandidat cenderung melakukan “berbagai cara” agar diterima dalam sebuah organisasi. Berdasarkan Selection Forecast 2005|2006, survey global yang diselenggarakan oleh DDI dan diikuti oleh 23 negara, kegagalan utama dari para kandidat saat mereka diterima di sebuah pekerjaan adalah karena apa yang mereka tampilkan dalam proses seleksi berbeda dengan kenyataan saat mereka diterima ke dalam organisasi. Namun rasanya Anda bisa memberikan gambaran bahwa proses yang akan mereka alami tidak berhenti saat mereka diterima, namun berlanjut ke carreer path mereka. Sehingga diharapkan agar mereka secara jujur dapat menampilkan kemampuan dan kepribadian mereka dalam proses seleksi yang tentunya akan memudahkan organisasi untuk menempatkan mereka di posisi yang tepat.

Mudah-mudahan jawaban kami dapat membantu Anda dalam menjalankan profesi sebagai HR Executive sekaligus menjaga hubungan baik dengan teman-teman Anda.