Pesangon Bila Perusahaan Berubah Pemilik

Pertanyaan :

Dear Bp. Bambang Supriyanto,

Saya ingin menanyakan tentang pesangon, di tempat saya bekerja telah berganti pemilik perusahaan. Dari perusahaan memberikan 2 pilihan.

Pilihan 1. Kami berhenti bekerja dan mendapatkan pesangon sesuai masa kerja dan dapat melamar kembali dengan syarat masa kerja kembali dari 0 th dan menjadi karyawan kontrak.

Pilihan 2. Kami terus bekerja dan masa bekerja tetap tidak berubah.

Yang menjadi pertanyaan saya ialah jika saya pilih yg pertama saya akan mendapatkan uang pesangon berapa x gaji?  Dan jika saya memilih yang ke 2 apakah saya juga bisa mendapatkan uang kompensasi dari pemilik yang terdahulu? Mengingat kabar yang beredar yang memberikan uang pesangon adalah pemilik yang baru bukan yang lama! Apakah demikian adanya pak!?

Terima kasih

George


Jawaban :

Jawaban:

1.Tentang bila anda memilih opsi (pilihan) 1, besarnya pembayaran akhir sebagai akibat dari pemutusan hubungan kerja dalam kasus anda (Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak), dapat dilihat pada Undang-Undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 163 dan Pasal 156 ayat (2), (3), dan (4). Untuk teks lengkap undang-undang tersebut, anda dapat mencari di internet, situs Kementerian Tenaga Kerja, atau membeli buku yang memuat peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan, mudah didapat di toko buku apapun.
2.Jika anda memilih pilihan kedua, agar anda (dan pekerja yang lain juga) terlindungi secara tegas oleh hukum, perlu dibuat perjanjian khusus antara perusahaan yang baru dengan anda (dan pekerja yang lain juga) bahwa perusahaan yang baru tersebut adalah pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan pembayaran akhir dengan memperhitungkan masa kerja yang anda punyai dari perusahaan lama.
3.Jika anda memilih pilihan kedua maka perusahaan yang lama tidak dapat menghapuskan tanggung jawabnya untuk membayar hak anda yaitu pembayaran akhir tersebut. Dalam praktek pergantian kepemilikan perusahaan, bila pekerja hanya dipindahkan ke perusahaan yang baru tanpa hak-hak pekerja berupa pembayaran akhir diberikan pada saat PHK, maka seharusnya/sebenarnya telah terjadi hitung-hitungan antara perusahaan lama dengan perusahaan baru mengenai tanggung jawab pembayaran akhir yang merupakan kewajiban perusahaan lama pada saat pemindahan pekerja ke perusahaan baru.