Perusahaan Salah Hitung Upah

Pertanyaan :

Dear Pak Bambang, di perusahaan saya terjadi kesalahan menghitung upah dari Februari 2006 sampai Agustus 2008, dimana tunjangan tetap tidak dihitung/dimasukkan sebagai rumus dasar penghitungan upah lembur. Sebagai contoh, seharusnya OT1 = gaji basic + tunjangan tetap / 173 x 150 / 100, tapi sebelumnya OT1 = gaji basic / 173 x 150 /100. Pertanyaan saya, 1) Apakah saya masih berhak untuk mendapatkan gaji dari kesalahan penghitungan tersebut? 2) Apa sanksinya buat perusahaan bila tidak membayar sisa upah saya, karena sampai saat ini manajemen belum memberi jawaban yang pasti.


Jawaban :

1. UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 96 menyebutkan antara lain bahwa tuntutan pembayaran upah pekerja dan segala pembayaran yang timbul dari hubungan kerja menjadi daluwarsa setelah  melampaui jangka waktu 2 (dua) tahun sejak timbulnya hak.
 
2. Bila perusahaan tetap tidak membayar hak Anda yang timbul (bila memang dapat dibuktikan bahwa Anda berhak atas pembayaran tersebut), Anda dapat memproses kasus tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Untuk tahap pertama, saya sarankan mengadukan kasus Anda secara lisan ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Di sana Anda akan diberikan arahan bagaimana menyelesaikan kasus Anda sesuai dengan UU No 2 tahun 2004.