Perusahaan Ganti Pemilik, Bisakah Status Karyawan Berubah?

Pertanyaan :

Perusahaan tempat saya bekerja saat ini sedang dalam tahap negosiasi dengan investor baru, dan akhir bulan ini akan masuk investor tersebut. Saat ini ada keresahan di antara karyawan karena rumor yang beredar, dengan masuknya investor baru (1) Karyawan akan ditawari untuk tetap bergabung dan bekerja tapi dialihkan menjadi karyawan kontrak/outsourcing (sebelumnya permanen). (2) Kalau yang tidak setuju dengan penawaran (1), akan diberikan pesangon dengan 1 pasal. Apakah benar perlakuan seperti itu, mengingat status karyawan rata-rata di atas 3 tahun bekerja dan permanen?


Jawaban :

Dalam kasus yang sedang terjadi di perusahaan tempat Anda bekerja, apabila perusahaan hanya memberikan pembayaran pesangon 1 X Pasal 156 ayat (2) UU No 13/2003, perusahaan akan melakukan kekeliruan (dengan sengaja atau mungkin karena tidak mengetahui ketentuan UU).

Pasal 163 dalam UU tersebut antara lain mengatur bahwa dalam hal terjadi perubahan kepemilikan, dan perusahaan tidak mau menerima karyawan lama untuk (meneruskan) bekerja pada perusahaan yang telah berubah kepemilikannya, perusahaan wajib membayar pesangon 2 X Pasal 156 ayat (2) UU No 13/2003.

Memindahkan status hubungan kerja dari hubungan kerja langsung dengan perusahaan tersebut ke perusahaan outsourcing pada dasarnya telah terjadi PHK dengan perusahaan yang sekarang. Sebab, antara perusahaan yang sekarang dengan perusahaan outsourcing merupakan badan hukum yang berbeda.

Pemindahan hubungan kerja dari perusahaan yang sekarang ke perusahaan outsourcing bukan yang dimaksud dalam Pasal 163 UU No 13/2003. Oleh karenanya, perusahaan yang sekarang wajib membayar pesangon 2 X Pasal 156 (2) UU No 13/2003.