Persiapan dari sisi HRD bila Terjadi Merger

Pertanyaan :

Dear Pengasuh Rubrik, Saya ingin menanyakan tentang apa-apa saja yang harus dipersiapkan dari sisi HRD apabila terjadi Integrasi/Akuisisi/Merger? Terimakasih Windu


Jawaban :

Halo Ibu Windu,

Integrasi/akuisisi/merger akan melibatkan dua atau lebih organisasi yang memiliki struktur organisasi, proses bisnis, teknologi, manusia dan budaya yang umumnya berbeda. Perbedaan-perbedaan inilah yang perlu disatukan atau diselaraskan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan organisasi yang baru. Dari sisi HR, penyatuan atau penyelarasan perlu dilakukan pada sistem & program HR yang digunakan (rekrutmen, penggajian, penilaian kinerja, pelatihan & pengembangan karir dll) maupun budaya dari organisasi yang berbeda-beda.

Dari segi sistem & program HR, dan di dalam akuisisi, sistem & program HR dari perusahaan yang diakuisisi umumnya akan mengikuti perusahaan yang mengakuisi. Dalam integrasi dan “merger of equal”, persoalannya menjadi lebih menantang, karena masing-masing memiliki “hak” yang sama untuk menerapkan sistem & program HR dalam entitas bisnis yang baru. Dalam situasi seperti ini, umumnya entitas bisnis yang baru akan menerapkan sistem & program HR yang lebih siap, lebih baik atau “gabungan” dari sistem & program HR dari perusahaan-perusahaan yang terlibat.

Dibandingkan integrasi dari segi sistem & program HR, integrasi dari segi budaya organisasi merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan karena banyak menyangkut hal-hal yang tidak mudah terukur dan terlihat, sehingga dalam prakteknya, kita perlu menggunakan berbagai konsep dan model budaya yang ada di dunia bisnis untuk menjadikannya sebagai acuan yang terlihat dan terukur bagi pembentukan budaya organisasi yang baru atau diharapkan. Berbagai studi memperlihatkan bahwa budaya organisasi yang berbeda sering menjadi salah-satu hambatan utama di dalam proses merger/integrasi.

Dari segi tahapan kerja, penetapan dan implementasi sistem & program HR maupun budaya organisasi yang baru sebaiknya dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah “due diligence”, dimana organisasi melakukan studi/evaluasi atas sistem & program HR, demografi pegawai maupun budaya dari organisasi yang terlibat atau akan diakuisisi. Hasil due diligence akan memperlihatkan kondisi saat ini serta akibatnya kesenjangan (gap) terhadap kondisi yang diharapkan. Dalam prakteknya, due diligence HR sering kurang mendapatkan perhatian dibandingkan due diligence segi hukum maupun keuangan, padahal biaya kepegawaian yang tidak sedikit serta potential liabilities perusahaan kepada karyawan, misalnya besarnya dana pensiun karyawan, dapat mempengaruhi nilai perusahaan (company valuation) atau bahkan mempersulit keuangan perusahaan pengakuisisi di masa depan.

Tahapan berikutnya adalah menentukan kondisi tujuan. Dari sisi HR, ini berarti menentukan sistem & program HR yang akan digunakan, maupun budaya organisasi yang diinginkan. Setelah kondisi saat ini diketahui dan kondisi ideal ditetapkan, tahapan berikutnya adalah membangun strategi untuk memperkecil kesenjangan tersebut serta implementasi dari strategi tersebut.

Tahapan implementasi merupakan tahapan yang tidak mudah untuk dilakukan karena pada dasarnya ini menyangkut perubahan organisasi, terutama bagi perusahaan yang menjadi target akuisisi atau merger; dari sistem yang lama ke sistem yang baru, dari budaya yang lama ke budaya yang baru, dari mindset yang lama ke mindset yang baru. Dari sisi HR, implementasi dari sistem yang lama ke sistem yang baru juga dapat menimbulkan akibat keuangan kepada perusahaan; baik untuk meng-kompensasi perbedaan kompensasi yang ada, adanya pemutusan hubungan kerja, perpindahan kepangkatan pegawai dan lain-lain. Perubahan organisasi umumnya juga akan disertai oleh resistensi pegawai. Mengatasi resistensi inilah yang perlu dipersiapkan di dalam strategi implementasi perubahan.

Melihat semua itu, dari sisi HR, organisasi dan Fungsi/Departemen HR perlu mengenali tahapan kerja yang ada (dari due diligence sampai implementasi) serta seluruh alat (tools) yang diperlukan di dalam setiap tahapan tersebut, agar proses integrasi/merger dapat berjalan dengan baik.

Semoga berguna.