Perihal Kontrak Kerja dengan Sutradara Sinetron

Pertanyaan :

Saya seorang legal manager dan bekerja pada perusahaan televisi. Saya diminta untuk mencari advice dari pakar tenaga kerja sehubungan dengan kasus yang kami alami sebagai berikut:

Ada seorang karyawan yang jabatannya sebagai sutradara telah kami kontrak sebanyak 5 kali berturut-turut dengan jangka waktu masing-masing 3 bulan. Tapi, sebagaimana diatur dalam setiap perjanjian kontraknya, pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan ini berbeda untuk masing-masing kontrak. Contohnya, Kontrak I untuk pekerjaannya sebagai sutradara dalam program sinetron yang berjudul "A", Kontrak II untuk (pekerjaannya sebagai sutradara dalam) program sinetron "B", dan seterusnya.

Apakah menurut Bapak, hal ini melanggar ketentuan kontrak dalam UU Tenaga Kerja? Apakah demi hukum sutradara tersebut otomatis menjadi karyawan tetap?


Jawaban :

Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur bahwa ada dua macam Perjanjian Kerja: Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Dalam kasus tersebut sutradara dikontrak dengan PKWT. Dalam UU tersebut juga diatur bahwa ada dua jenis PKWT, yakni PKWT yang berdasarkan waktu tertentu, dan berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu.

Dalam kasus Anda, hubungan kerja antara sutradara dengan Production House (PH) atau pun pengontraknya termasuk dalam PKWT yang berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu. Pelaksanaan teknis PKWT berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu diatur dalam Kepmenakertrans No. 100 tahun 2004.

Pola kontrak sebagaimana terjadi pada kasus Anda, dimana seorang pekerja menandatangani perjanjian kerja (berdasarkan selesainya pekerjaan) untuk berbagai pekerjaan (Sinetron A,B,C,D,E), tidak diatur secara khusus dalam peraturan ketenagakerjaan. Berangkat dari kondisi ini, dan sepanjang kontrak kerja untuk menggarap sinetron A,B,C,D,E masing-masing dilaksanakan sesuai dengan Kepmenakertrans tersebut, saya tidak melihat adanya pelanggaran hukum. Argumentasi yang digunakan, belum ada hukum yang mengatur secara khusus kasus semacam itu, dan kontrak untuk masing-masing sinetron dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hubungan kerja antara sutradara dengan PH atau pengontraknya tetap pada status untuk waktu tertentu.