Menghitung THR Secara Proporsional

Pertanyaan :

Ada 3 karyawan yang mulai bekerja pada 2009. Si A (non muslim) mulai kerja 9 Juli 2009, Si B (muslim) 12 Oktober 2009, dan Si C (muslim) 19 Oktober 2009. Apakah ketiga Karyawan tersebut memperoleh THR untuk tahun 2009?


Jawaban :

Ketentuan THR diatur pada Permen 4/1994, berikut saya kutipkan Pasal 2 dan 4 untuk menjawab pertanyaan Anda:

Pasal 2
1. Pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus atau lebih.
2. THR sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diberikan satu kali dalam satu tahun.

Pasal 3
1. Besarnya THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 ditetapkan sebagai berikut:

a. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1(satu) bulan upah.
b. Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1(satu) bulan upah .

Pasal 4
1. Pemberian THR sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan, masing-masing pekerja kecuali kesepakatan pengusaha dan pekerja menentukan lain.
2. Pembayaran THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajibdibayarkan oleh pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Mengacu pada ketentuan di atas, maka:

A non muslim (misal hari rayanya adalah natal) bekerja 9 Juli 2009, maka pada natal Desember 2009 ia mendapat THR proporsional sebesar sekitar ( 5/12) X 1 bulan gaji pokok + tunjangan tetap.

B muslim, bekerja 12 oktober 2009, maka pada hari raya idul fitri 2010 mendapat THR sebesar (11/12) X 1 bulan gaji pokok +tunjangan tetap. Dan seterusnya.