Mengatasi Karyawan yang Sering Sesumbar di Jejaring Sosial

Pertanyaan :

Ada 2 pertanyaan :

1. Bagaimana mengatasi karyawan mempunyai perilaku yang suka menuntut, sesumbar di jejaring sosial bahwa dia akan keluar, tidak betah di kantor, bahkan mengirim sms kasar menuntut uang kesehatan, uang lembur, dll. setelah itu meminta maaf. Mengingat masih perusahaan baru dan masih kecil, sehingga memang belum mampu memberikan hal seperti tsb. Sejak pertama kali masuk sudah diberitahu kondisi tsb. dan dia menerimanya. Pada kenyataan dia sangat sangat jarang lemburnya. Tapi jika lembur pada hari libur, akan diganti pada hari kerjanya. Perusahaan juga tidak memotong jika datang terlambat atau ijin tidak masuk 1/2 hari.Jika saya tidak bisa memaafkannya dalam artian ya silakan saja mencari pekerjaan lain yang memang dianggap lebih baik dan bisa memenuhikeinginannya, apakah dia bisa menuntut hak pesangon ?

2. Apakah ada kewajiban perusahaan mengganti motor karyawan yang hilang di halaman kantor ? itu terjadi ketika jam 8 malam. ada penjaga kantor, tapi ketika penjaga masuk ke dalam sebentar dan turun lagi, motor sudah hilang. Ada beberapa motor di sana, dan punya karyawan tsb hilang krn baru. Uang pangkal motor pun dipinjam dari kantor ketika dia lulus masa probation.Terimakasih atas perhatiannya. Semoga bisa dapat jawaban secepatnya.


Jawaban :

Jawaban:

1.Dasar hukum dan filosofi hubungan kerja sebagai berikut:a.Hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja. Dari segi hukum, Perjanjian Kerja berdasarkan "kesepakatan" para pihak untuk mengadakan hubungan kerja.b.Sehubungan dengan kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama dalam Perjanjian Kerja, para pihak wajib melaksanakan kewajibannya masing-masing sesuai dengan yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, dan Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan.c.Kesepakatan para pihak bisa saja diputuskan bila salah satu pihak atau para pihak merasa tidak cocok/tidak lagi sepakat dengan pelaksanaan hubungan kerja. Dari sini timbul istilah Pemutusan Hubungan Kerja. d.Bila pekerja merasa bahwa dia tidak lagi cocok dengan pelaksanaan hubungan kerja yang sedang dijalani, padahal perusahaan sudah melaksanakan kewajibannya sebagaimana dalam huruf b di atas, maka ‘bola ada di tangan pekerja’ dalam arti terpulang pada pekerja apakah dia masih suka/bersedia melanjutkan kesepakatan mengadakan hubungan kerja. Dari sini timbul istilah ‘pekerja mengundurkan diri".

2.Sesumbar dengan menjelekkan perusahaan tempat pekerja bekerja, tetapi pekerja tetap saja tidak keluar dari perusahaan hanya menunjukkan bahwa pekerja tidak profesional. Seorang pekerja yang profesional, bila dia merasa tidak puas dengan kondisi di perusahaan, dia akan segera mencari perusahaan yang lebih baik dan cocok dengan apa yang dia kehendaki.

3.Berdasarkan peraturan perundang-undangan, Pekerja yang mengundurkan diri tidak berhak atas Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja. Pekerja hanya berhak atas Uang Pisah dan Uang Penggantian Hak. Silakan pelajari Pasal 156 dan Pasal 162, UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (buku tentang peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan mudah didapat di toko-toko buku besar, atau cari di internet, situs Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi).

4.Motor pekerja yang hilang ketika ditaruh di kantor tidak menjadi tanggung jawab perusahaan untuk mengganti. Hal tersebut serupa dengan apabila laptop pekerja yang ditinggal di kantor hilang, apakah perusahaan wajib mengganti ?atau, apabila laptop pasien yang dirawat di rumah sakit hilang, apakah rumah sakit wajib mengganti ? Berbeda kasusnya dengan bila motor hilang di tempat penitipan sepeda motor di mall. Tindakan perusahaan adalah menjatuhkan sanksi berat kepada Security yang bertugas saat itu.