Konfirmasi Penghitungan Pesangon

Pertanyaan :

Saya kerja di proyek pembangunan jalan dengan status harian (perjanjian kerja 1 November 2007 s/d 31 Oktober 2008 atau 1 tahun). Proyek sebelumnya saya juga ikut, selama 1,5 tahun tapi tanpa perjanjian. Setelah lewat tanggal 31 Oktober 2008 itu, tidak ada perpanjangan atau perjanjian lagi, tapi saya masih bekerja hingga proyek selesai 15 Mei 2009, sebelum kemudian di-PHK. Pesangon yang saya dapat sebesar Rp 35.000 (upah Harian) x 25 (hari kerja) x 4 bulan (ddianggap 4 tahun kerja) = Rp 3.500.000 (sesuai UU No.13 Th.2003 Pasal 156 Ayat 2). Pertanyaan saya:
1. Apakah perhitungan di atas sudah benar?
2. Apakah saya punya hak atau boleh meminta sesuai Ayat 3&4?


Jawaban :

Dasar penghitungan pesangon adalah masa kerja. Sayangnya Anda tidak memberikan tanggal yang tepat kapan Anda mulai bekerja di perusahaan tersebut. Namun, menilik pesangon yang diberikan sebanyak 4 bulan gaji, agaknya perusahaan menganggap masa kerja Anda adalah 3 tahun atau lebih, namun kurang dari 4 tahun.

Jadi, penghitungan pesangon di atas masih belum tepat. Untuk karyawan harian, sesuai UU 13/2003 pasal 157 ayat 2: penghasilan sebulan untuk karyawan harian sama dengan 30 kali penghasilan harian. Jadi mestinya: Rp 35.000 x 30 x 4 = Rp 4.200.000

Betul, untuk masa kerja di atas 3 tahun Anda punya hak untuk mendapatkan penghargaan masa kerja sebesar 2 bulan gaji. Di samping itu Anda juga berhak untuk mendapatkan penggantian hak 15% x (pesangon + penghargaan masa kerja)