THR untuk Karyawan Lepas

Pertanyaan :

Bagaimana THR untuk karyawan lepas?


Jawaban :

Dear Bapak Heri Buhori,

Menjawab pertanyaan yang Bapak ajukan berikut, “Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan lepas bagaimana?” berikut saya coba bantu menjawab sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 04 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bahwa

Pasal 2, ayat 1; Pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus menerus atau lebih.

  • Pasal 6;
    • o Ayat 1; Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan, berhak atas THR.
    • o Ayat 2; Pekerja dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu yang hubungan kerjanya berakhir sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan.
    • o Ayat 3; Dalam hal pekerja dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, maka pekerja berhak atas THR pada perusahaan yang baru, apabila dari perusahaan yang lama pekerja yang bersangkutan belum mendapatkan THR.

Dari paparan pasal-pasal di atas, maka “pekerja lepas” dapat digolongkan ke dalam “pekerja dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu,” dan selama ketentuan di atas terpenuhi (masa kerja dan masa berakhirnya hubungan kerja), maka pekerja lepas berhak mendapatkan THR selama perusahaan dalam kondisi baik dan mampu membayarkan THR.

Demikian jawaban dari saya, mudah-mudahan dapat membantu menjawab pertanyaan Bapak. Terima kasih.

Tags: ,