Sanksi untuk Karyawan Absen Tanpa Ijin

Pertanyaan :

Selamat malam Bpk/Ibu. Mohon bantuan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan saya berikut ini. Saya ingin menanyakan apakah jika ada seorang karyawan yang meminta izin tanpa ada izin/persetujuan sebelumnya dari Perusahan dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan (sudah dilakukan beberapa kali dan sudah diperingatkan juga secara lisan)... dan apakah pada saat yang bersamaan juga gaji ybs dapat dipotong sehubungan dengan ketidakhadirannya dalam bekerja...Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.


Jawaban :

1.) Meminta izin tanpa ada izin/persetujuan sebelumnya dari Perusahaan dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan (sudah dilakukan beberapa kali dan sudah diperingatkan juga secara lisan)

Pada dasarnya, aktivitas dan perilaku karyawan dalam perusahaan diatur dalam aturan internal perusahaan, baik dalam bentuk Peraturan Perusahaan, Kebijakan, SOP, Kode Etik dan sebagainya. Hal ini diperlukan agar karyawan tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan risiko-risiko yang dapat berdampak juga pada perusahaan maupun rekan kerja (risiko fisik maupun non-fisik; seperti reputasi, kedisiplinan, dan lain-lain). Dan untuk menegakkan sebuah aturan, tentu harus juga dibuat reward & punishment-nya, aturan bagi yang melanggar dan kompensasi bagi yang menerapkan.
Terkait dengan hal tersebut, kasus di atas tentu tergolong pada pelanggaran dan dapat dikenakan sanksi berupa surat teguran/peringatan. Jika hal ini sudah dilakukan berulang-ulang maka mekanisme pemberian surat peringatan dapat dilakukan sesuai Undang-undang No. 13/2003 yakni Surat Peringatan Pertama (SP1), SP2, SP3/Akhir hingga pemberian PHK jika setelah diberikan SP3 tidak ada upaya perbaikan dan/atau pelanggaran yang dilakukan tergolong pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi. (Kategori pelanggaran berat dapat dilihat juga pada Undang-undang atau merujuk pada kategori perdata, pidana dan/atau khusus seperti korupsi).

2.) Apakah pada saat yang bersamaan juga gaji ybs dapat dipotong sehubungan dengan ketidakhadirannya dalam bekerja..

Mengenai pemotongan gaji, harus dilihat dulu kasusnya dan bagaimana aturan internal yang sudah disosialisasi mengatur tentang hal ini. Ada perusahaan yang menerapkan, jika pelanggaran bersifat indisipliner, bukan tergolong dalam katagori pelanggaran berat, dan/atau baru pertama kali dilakukan (sebelumnya tidak ada SP1 atau SP2), Ybs hanya diberikan SP1. Untuk SP2, sanksi ditingkatkan dengan pemberian penundaan promosi atau tidak mendapatkan bonus kinerja di tahun berjalan. Tindakan pemotongan gaji tidak dapat serta merta diberikan, kecuali aturan sanksi ini telah diatur dan disosialisasikan dalam Peraturan Perusahaan, Kebijakan Direksi atau Aturan Internal lainnya.

Tags: ,