Membuat Sistem HRD Secara Global

Pertanyaan :

Bagaimana cara membuat system ke-HRD-an secara global, dan cara merancang program kerjanya berdasarkan system tsb? Mohon dibantu penjelasannya.. Terima kasih..  


Jawaban :

Dear Ibu Prihatinisa di Tangerang,

Wah pertanyaan Ibu sedikit tapi rasanya saya tidak dapat menjawabnya dengan jawaban yang pendek.

Membuat system ke-HRD-an yang global tentunya membutuhkan perencanaan dan benchmark yang baik dan sesuai. Yang ingin saya samakan sudut pandangnya dalam hal ini agar kita memiliki pengertian yang sama, yang dimaksud dengan system ke-HRD-an adalah system kebijakan HR dan system HR Technology atau biasa dikenal sebagai Human Resources Information System. Keduanya menurut saya berbeda meskipun sama-sama penting untuk suatu Perusahaan. Ada kata kedua dari pertanyaan Ibu yang juga kelihatannya pendek tapi memiliki pengertian yang luas yaitu kata-kata Global, karena global dalam hal ini dapat berarti berwawasan global (dunia) atau juga dapat berarti World Class, tetapi juga dapat berarti Global dalam pengertian secara menyeluruh.

Sebelum suatu Perusahaan membangun system kebijakan HRD, maka Perusahaan harus membuat suatu HR blue print yang sesuai yang diturunkan dari Visi, Misi, Values dan juga Business Strategy dari Perusahaan. Perlu digaris bawahi bahwa produk suatu system HRD secara umum ada tiga hal yaitu bagaimana Perusahaan mampu menghasilkan Mindset (Pola Pikir) yang sesuai dengan visi, misi dan business strategy dari Perusahaan, Competency (Organization Competency maupun People Competency) dan akhirnya Behaviour atau perilaku yang efektif di Perusahaan. Selanjutnya dari Blue Print tersebut, Perusahaan harus menurunkan menjadi key activities yang sesuai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang disesuaikan dengan target bisnis Perusahaan. Penjabaran key activities harus mampu diturunkan menjadi kegiatan jangka pendek yang mendetail dengan frame waktu yang jelas dan masuk akal yang diturunkan menjadi kebijakan-kebijakan Perusahaan dan dituangkan dalam Peraturan Perusahaan dan Petunjuk Pelaksanaan serta Petunjuk Teknis yang berguna untuk implementasi di organisasi disertai dengan pedoman Service Level Agreement (SLA) yang baik dan jelas.

Perusahaan perlu memposisikan bagaimana peran HR di dalam organisasi, dan juga menganalisa sudah berapa besar sebenarnya peran HR di Perusahaan tersebut dalam gambaran HR Blue Print, apakah peran HR masih dalam tahapan adminstrasi (hanya mengurusi hal-hal dasar yang berkaitan dengan kepegawaian) atau sudah sampai kepada peran-peran Strategic seperti menjadi Business Partner bagi Perusahaan. Perusahaan tidak bisa dengan serta merta melompat menjadi fungsi HR nya menjadi Strategic tanpa melalui fase-fase pembenahan hal-hal yang bersifat basic. Untuk dapat secara efektif melakukan hal-hal adminstrasi secara efisien maka HR harus mampu merubah dan bertransformasi dalam melakukan pekerjaan-perkerjaan yang bersifat adminstrasi melalui proses-proses automasi dengan membangun system HRIS yang baik dan solid.

Pada akhirnya menurut saya ultimate goal dari suatu system HRD adalah mampu menghasilkan SDM yang berkualitas baik, berkinerja tinggi, yang memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai people management serta menerapkan praktek leadership yang baik sehingga mampu menciptakan “engagement” (rasa memiliki, kepedulian, dedikasi, keterikatan dan moral) yang tinggi terhadap keberhasilan Perusahaan.

Demikian kira-kira gambaran yang sedikit panjang dari saya mengenai pertanyaan Ibu. Untuk dapat memahami dengan lebih baik, Ibu dapat menyimak berbagai hal yang saya sampaikan yang topik-topiknya dibahas secara khusus di PortalHR.

Salam sukses selalu untuk Ibu.

 

Krisbiyanto

 

Tags: , ,