Kenaikan Golongan untuk Karyawan yang Melanjutkan Kuliah

Pertanyaan :

Dear PortalHR, di perusahaan kami banyak karyawan yang melanjutkan sekolah /kuliah baik biaya sendiri atau dibiayai perusahaan dengan ikatan dinas. Apakah perusahaan harus meng-upgrade golongan karyawan yang bersekolah tersebut mengingat berdasarkan jobdesk tidak perlu mereka sekolah lagi? Apabila memungkinkan untuk upgrade golongan, mohon saran untuk formulasi menentukan kenaikan golongan. Terima kasih.


Jawaban :

Dear Pak Andreas S,

Sungguh semangat yang baik sekali di dalam perusahaan Bapak, apabila karyawannya masih mau melanjutkan belajar, dan memang belajar tidak memiliki batasan usia, sehingga semangat para karyawannya untuk berkembang dalam tingkat pribadi diharapkan dapat meningkatkan semangat berkembang dalam skala perusahaan. Kita tentu tidak mengharapkan karyawannya berkembang sedangkan perusahaannya tidak berkembang bukan.

Dalam mengembangkan karyawan termasuk kenaikan golongan, kami melihat dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, sehingga kami akan coba memberikan beberapa pertimbangan khusus untuk menerapkan kenaikan golongan untuk Bapak Andreas terapkan dalam perusahaan.

Yang pertama adalah metode kompensasi maupun kenaikan golongan secara garis besar terbagi atas 2 (dua) metode, yaitu metode tunggal dan metode jamak.

a. Metode tunggal

Metode tunggal yaitu suatu metode yang dalam penetapan kenaikan penggolongan hanya didasarkan atas sebuah pertimbangan, contohnya ijazah terakhir dari pendidikan formal yang dimiliki karyawan. Jadi, tingkat golongan seseorang hanya ditetapkan atas ijazah terakhir yang dijadikan standarnya. Ataupun masa kerja karyawan misalnya setiap 2 tahun sekali mendapatkan kenaikan golongan. Serta ada juga perusahaan yang menggunakan level jabatan untuk penggolongan, misalnya level operator golongan 1, level supervisor golongan 2, level manager golongan 3, dst.

b. Metode jamak

Metode jamak yaitu suatu metode yang dalam penetapan kenaikan penggolongan didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti ijazah, sifat pekerjaan, pendidikan informal, usia,  keahlian khusus, masa kerja, level jabatan, bahkan jumlah anggota keluarga. Sehingga ketika seseorang naik golongannya berdasarkan campuran dari beberapa pertimbangan diatas.

Kalau Pak Andreas menggunakan metode tunggal dan pertimbangannya hanya ijazah maka Bapak wajib menaikkan golongan karyawan tersebut apabila karyawan selesai menjalankan pendidikannya, namun apabila Pak Andreas menggunakan metode jamak maka jawabannya harus berdasarkan beberapa contoh pert

imbangan diatas sehingga ijazah bukan satu-satunya pertimbangan untuk kenaikan golongan. Metode manapun yang Bapak gunakan, hendaknya dapat memberikan kepuasan dan keadilan kepada semua pihak sehingga tujuan karyawan maupun sasaran organisasi/perusahaan sama-sama tercapai dengan baik.

Yang kedua berkenaan dengan formulasi menentukan kenaikan golongan harus menempatkan beberapa bentuk keadilan berikut ini: eksternal, internal, perorangan, dan proseduralKeadilan eksternal mengacu pada bagaimana rata-rata penggolongan suatu pekerjaan dalam satu perusahaan dibandingkan dengan rata-rata penggolongan di perusahaan lain. Keadilan internal adalah seberapa adil tingkat kenaikan penggolongan bila dibandingkan perusahaan lain dalam perusahaan yang sama misalnya : apakah manajer penjualan sama golongannya bila dibandingkan dengan manajer produksi. Keadilan perorangan adalah keadilan kenaikan golongan perorangan dibandingkan dengan kenaikan penggolongan rekan kerjanya dengan pekerjaan yang sama dalam perusahaan berdasarkan kinerja perorangan. Keadilan prosedural adalah keadilan dalam proses dan prosedur yang digunakan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan kenaikan penggolongan, jangan sampai ada diskriminasi.

Kami menggunakan berbagai metode pendekatan untuk menjelaskan setiap masalah keadilan sebagai contohnya, dengan menggunakan survei gaji untuk memonitor dan menjaga keadilan eksternal. Dengan menggunakan analisis pekerjaan dan evaluasi pekerjaan untuk menjaga keadilan internal. Dengan menggunakan penilaian kinerja dan berbagai intensif pembayaran untuk menjaga keadilan perorangan. Serta dengan menggunakan komunitas, mekanisme keluhan dan partisipasi karyawan dalam menggunakan rencana pembayaran perusahaan untuk membantu memastikan bahwa karyawan memandang proses pembayaran oleh perusahaan sebagai proses yang transparan dan adil untuk menjaga keadilan prosedural.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Andreas S. Selamat berkarya.

zp8497586rq
Tags: