Bagaimana HR Menyikapi Lost Time

david tampubolon

Pertanyaan :

Bagaimana seorang HR menyikapi LOST TIME yang terjadi dalam praktek sehari-hari, di satu sisi management menuntut waktu kerja 173 jam per bulan itu harus terlaksana full, dan jika tidak maka harus diberi punishment dengan cara potong unsur uang transportasi dalam THP nya (padahal semula THP-nya fix), lost time bisa terjadi karena akumulasi telat datang, pulang lebih awal, sakit, ijin datang siang, potong cuti mendadak , ijin anak sakit dsb. Lalu ada kesan hitung-hitungan, dan kemudian balas membalas, mohon saran. Tks


Jawaban :

Dear Pak Jossi,

Sebagai bagian dalam praktisi Sumber Daya Manusia, kami melihat bahwa ada 2 bagian pendekatan dalam pengelolaan SDM, ada yang dengan pendekatan Human Resources dan ada juga dengan pendekatan Human Capital. Intinya adalah pendekatan Human Resources mengelola manusia sebagai biaya (cost) sedangkan pendekatan Human Capital mengelola manusia sebagai asset (capital). Lebih lengkapnya dapat Pak Jossi baca pada link berikut ini: Sebagian Besar Perusahaan Belum Bergeser dari HR ke HC.

Kami selalu menyikapi setiap permasalahan pengelolaan manusia dengan pendekatan bahwa manusia adalah asset perusahaan yang sangat berharga, supaya tidak terjadi hitung-hitungan yang tanpa dasar dan balas membalas yang tanpa akhir. Mengenai pengelolaan Lost Time, sebaiknya kita memberikan training mengenai Time Management kepada karyawan yang kita lihat kesulitan dalam membagi prioritas pekerjaan serta mengalami kendala apabila prioritas kerja berbenturan dengan prioritas keluarga. Dengan memberikan training yang tepat, niscaya akan terjadi perubahan dalam perusahaan ke arah yang lebih baik.

Dan selain training, kita juga bisa memberikan konseling secara informal, ajak karyawan tersebut berpikir untuk mengatasi kendala terlambat, izin datang siang maupun pulang awal, bisa jadi salah satu solusinya adalah pindah tempat tinggal supaya lebih dekat ke tempat kerja, namun kalau sudah berkeluarga maka harus ikhlas berangkat lebih pagi dan pulang lebih lama dikarenakan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan rekan kerja yang lain. Karena mengutamakan kepentingan seluruh anggota keluarga, maka kita harus siap berkurban bagi anggota keluarga yang lain.

Bila terjadi benturan dengan prioritas keluarga dan prioritas perusahaan, seperti izin anak sakit, atau izin untuk keperluan anggota keluarga besar lainnya, kita dapat melihat skala penting dan mendesaknya, dalam training mengenai Time Management ada 4 kuadran mengenai skala penting dan skala mendesak. Mana yang paling penting dan paling mendesak. Dan tidak dapat diwakili sehingga mewajibkan kehadiran kita dalam kondisi tersebut. Maka kita memilih berada di situ.

Sebaiknya kita tidak memotong gaji karyawan dikarenakan sakit dengan surat dokter, cuti tahunan, dan semua yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, kecuali untuk tunjangan tidak tetap yang mensyaratkan kehadiran karyawan, misalnya tunjangan transportasi merupakan tunjangan tidak tetap dan bila karyawan tidak hadir atau masuk bekerja maka karyawan tidak mendapatkan tunjangan transport pada hari tersebut. Dan ketentuan ini sudah terdapat dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan maupun Kesepakatan Kerja Bersama (KKB). Dan hal ini tidak dapat dikatakan sebagai waktu yang hilang, memang hak karyawan untuk cuti sesuai ketentuan yang berlaku maupun terpaksa sakit dikarenakan tubuh manusia bukanlah robot. Dan hak perusahaan juga untuk tidak membayar tunjangan transportasi dikarenakan sebagai tunjangan tidak tetap yang mensyaratkan kehadiran karyawan. Oleh karena itu, dalam perhitungan tunjangan transport sebaiknya dihitung dengan dasar per-hari supaya memudahkan pemotongan bila karyawan berhalangan hadir, jangan dalam tunjangan tetap setiap bulan.

 

Ciptakanlah lingkungan kerja yang mendukung semua manusia yang ada di dalam perusahaan tersebut supaya dapat memberikan karyanya yang terbaik, jangan dengan cara memaksa ataupun menakut-nakuti. Dengan kondisi perusahaan yang kondusif, tidak terjadi lost time melainkan peningkatan produktivitas. Kalau kita hendak menjadikan perusahaan yang sekarang menjadi perusahaan terbaik di dunia, silahkan baca link berikut ini: Best Companies to Work for 2013. Sudah bertahun-tahun posisi pertama dipegang oleh perusahaan Google. Karyawan mereka dapat memilih turun dari lantai yang lebih tinggi dengan melalui lift atau dengan alat seluncuran. Bahkan setiap tahun selalu bertambah fasilitas baru di perusahaan google yang memanjakan karyawannya di tempat kerja. Dan hal ini semakin meningkatkan produktivitas karyawannya bukannya kehilangan waktu.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Jossi. Selamat berkarya.

David Tampubolon

 

Tags: