Apakah SDM Asing Diberi Training tentang Indonesia?

Pertanyaan :

Pada saat TKA (Pemilik/Pengelola Pabrik) dari Korea/Jepang/India-Pakistan diberi ijin oleh Disnakertrans untuk mencari nafkah di Indonesia. Apakah mereka juga di training/diberi tahu mengenai adat-istiadat, kebiasaan/perilaku, sopan-santun orang Indonesia? Apakah TKA tsb. boleh menerapkan gaya manajemen seperti di negara mereka yang berlainan dengan budaya dan adat istiadat di Indonesia ?  


Jawaban :

Dear Pak Yonky Natakusumah,

Sepanjang pengetahuan saya mengenai ketentuan dari Disnakertrans dan BKPM belum mensyaratkan untuk Tenaga Kerja Asing diberikan Training mengenai adat-istiadat, kebiasaan/perilaku, dan sopan-santun orang Indonesia. Namun yang mereka persyaratkan adalah adanya tenaga pendamping dari Indonesia yang ke depannya diharapkan terjadi alih teknologi maupun pengetahuan dari Tenaga Kerja Asing kepada Tenaga Kerja Indonesia tersebut, sangat jarang sekali diharapkan untuk terjadi alih adat-istiadat, kebiasaan/perilaku dan sopan-santun karena ini adalah karakter dari suatu bangsa yang tidak mungkin diberikan kepada bangsa lain kecuali terjadi pernikahan antar dua bangsa yang berbeda. Namun yang sering terjadi adalah Tenaga Kerja Asing belajar sendiri melalui buku-buku atau internet mengenai adat-istiadat, kebiasaan/perilaku dan sopan santun orang Indonesia. Dan sepanjang pengetahuan saya, ada juga beberapa perusahaan besar yang berasal dari Eropa yang memang secara khusus memberikan Training kepada TKAnya pada awal penempatan di Indonesia. Salah satu pertanyaan dari mereka ketika diberikan Training mengenai Bekerja di Indonesia adalah apakah Indonesia aman? Mereka sangat peduli sekali kepada kondisi lingkungan yang aman. Dan selebihnya bila mereka merasa perlu mengetahui mengenai adat-istiadat, kebiasaan/perilaku, dan sopan-santun mereka biasanya menjawab akan mencari tahu mengenai hal tersebut melalui internet.

Mengenai Gaya Manajemen biasanya berasal dari karakter bangsa asal organisasi tersebut. Serta sepanjang pengetahuan saya, tidak ada ketentuan yang melarang penerapan gaya manajemen tersebut, yang mungkin bertentangan dengan Budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia. Namun mengingat moto atau semboyan Bangsa Indonesia: “Bhineka Tunggal Ika”. jadi budaya bangsa Indonesia sangatlah beragam, dan adat istiadat kita luar biasa banyaknya. Sehingga dalam satu organisasi sangatlah sulit bila hanya terdapat satu budaya dan satu adat istiadat, hanya terdapat dalam satu perusahaan di Indonesia. Oleh karena itu, kebanyakan yang terjadi adalah kita dituntut untuk memiliki jiwa tenggang rasa/toleransi yang tinggi ketika berada dalam lingkungan perusahaan. Bahkan budaya atau adat istiadat antara Pak Yonky dengan bawahan, atau atasan, atau rekan sekerja Pak Yonky saja belum tentu hanya memiliki satu budaya dan satu adat istiadat bukan? Kalau berbeda-beda apakah harus sama? Mengenai Gaya Manajemen yang bertentangan terhadap budaya dan adat istiadat, kalau boleh Pak Yonky sampaikan contohnya secara jelas kepada kami. Dan akan saya usahakan untuk melihatnya dari sisi ketentuan atau peraturan yang berlaku. Mungkin kita bisa menarik pelajaran terhadap kondisi tersebut.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Yonky Natakusumah. Selamat berkarya.

Tags: , ,