Apakah Karyawan Boleh Menolak Mutasi?

Pertanyaan :

Saya karyawan salah satu perusahaan pembiayaan dengan posisi sebagai manajer credit analis. Sebelum manajer, saya menjabat sebagai analis wilayah Jakarta Selatan. Per April 2011 saya dipromosikan ke posisi tsb di atas (area Jawa Barat) tanpa ada penyesuaian gaji sampai dengan saat ini padahal secara job coverage dan jumlah anak buah yang saya pimpin bertambah 6 kali lipat dari sebelumnya. Satu tahun terakhir area saya dipimpin oleh area manager baru di mana ketidaksukaan beliau atas hasil keputusan kredit yang saya berikan selalu diadukan ke pimpinan tertinggi di perusahaan. Beberapa kali permasalahan komunikasi antara saya sebagai analis dan manager bisnis tersebut sudah ditengahi oleh masing-masing direct supervisor kami (secara struktur organisasi kami terpisah untuk menjaga independensi saya sebagai analis). Selama ini manager area tsb selalu menceritakan hal-hal buruk mengenai saya kepada pimpinan tertinggi yang sama sekali tidak benar (ada hubungan pertemanan antara manager area dengan pimpinan tertinggi) dan menganggap bahwa saya adalah faktor bisnis di areanya tidak tumbuh. Sebagai impact dari pembunuhan karakter tsb, saat ini saya yang kebetulan menjabat sebagai analis manager (Bandung) sudah direncanakan untuk dipindahkan ke bagian lain yang di luar latar belakang pengalaman pekerjaan saya sebelumnya yaitu ke bagian pemasaran di salah satu cabang di Cilegon. Sebagai informasi tambahan, bahwa pernah ada statement dari manager area tersebut dalam forum rakor bahwa untuk tiap analisa yang tidak bisa "support" bisnis maka karirnya akan berhenti di mana statement tersebut ditujukan kepada semua staf yang menjabat posisi analis. Terkait hal tersebut mohon pencerahan saran dan pencerahannya terkait beberapa hal sbb: 1. Apakah saya masih bisa menolak untuk dipindahkan (secara jabatan turun) karena alasan mutasi bukan untuk pengembangan karir karena jabatan yang dipaksakan ke saya justru 2 kali di bawah job level saya sekarang? 2. Apakah saya bisa menuntut hak saya (penyesuaian gaji) minimal sama dengan yang memiliki jabatan sama dengan saya karena saya tahu bahwa gaji karyawan baru dengan jabatan sama seperti saya sama dengan 2 kali gaji saya selama satu bulan? 3. Saya sudah meminta direct supervisor saya untuk tidak memberikan ijin untuk mutasi tersebut karena direct supervisor saya sebenarnya memiliki hak untuk menolak mutasi saya tetapi karena intervensi dari pimpinan tertinggi perusahaan D.S saya tersebut tidak berani. Bagaimana cara saya menyampaikan keberatan saya untuk mutasi tsb? 4. Saya juga sudah membicarakan ke pihak HRD mengenai hal tsb di atas, tetapi pihak HRD tidak bisa berbuat banyak karena pimpinan tertinggi tersebut juga suka mengintervensi pihak HRD. Bagaimana cara saya untuk mencari dukungan untuk case saya tsb? 5. Saya sudah menanyakan alasan kepada direct spv saya langsung alasan mutasi yaitu untuk pemenuhan organisasi. Menurut saya agak aneh jika pemenuhan organisasi di bisnis dilakukan oleh bagian kredit. Apakah saya bisa menolak mutasi dengan alasan itu? 6. Pertanyaan tambahan di luar mutasi, saya pernah mengajukan fasilitas pinjaman karyawan berupa KPR tetapi tidak disetujui karena saya tidak support bisnis padahal yang saya tahu bahwa pengajuan staff loan merupakan hak karyawan (hasil performance appraisal saya 3 tahun terakhir adalah A dan B) Demikian saya sampaikan masalah saya. Mohon saran dan solusinya regards Sasha  


Jawaban :

Dear Ibu Sasha,

Kami turut prihatin dengan masalah yang dihadapi oleh Ibu Sasha,

Meskipun point pertanyaan ibu ada enam hal, tetapi jika saya ringkaskan pertanyaan Ibu mencakup tiga hal pokok :

Pertama adalah, apakah boleh seorang karyawan menolak penempatan kerja dari Perusahaan ?

Kedua, apakah boleh seorang karyawan menuntut disamakan gaji dengan karyawan baru yang pekerjaannya sama dan diberikan kompensasi lebih tinggi?

Ketiga, berkaitan dengan permintaan fasilitas KPR, apakah seorang karyawan dapat menuntut untuk tidak dibedakan dalam pemberian fasilitas KPR tersebut ?

Manjawab pertanyaan mengenai penempatan dan mutasi kerja:

Mutasi atau penempatan pekerja ke tempat lain harus memperhatikan berlakunya Pasal 32 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai berikut:

(1).   Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi.

(2).    Penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hukum.

(3).    Penempatan tenaga kerja dilaksanakan dengan memperhatikan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan program nasional dan daerah.

Jika mengacu kepada ketiga ayat di atas maka Perusahaan wajib untuk memperhatikan mengenai hal-hal penting yang berkaitan dengan aspek diskrimasi, jabatan, keahlian, harkat, martabat, hak asasi, perlindungan hukum dan pemerataan kesempatan kerja.

Masalahnya adalah dalam aspek-aspek seperti ini jika karyawan tidak dapat memperlihatkan bukti-bukti yang sangat nyata maka dalam beberapa kasus yang kami amati seringkali karyawan karyawan dikalahkan dalam kasus-kasus tersebut di dalam sidang-sidang Pengadilan Hubungan Industrial. Ada beberapa kasus yang pernah saya baca dan saya pelajari dimana Perusahaan biasanya akan mempergunakan point-point di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) jika sudah ada, maupun di dalam Peraturan Perusahaan (PP) di mana biasanya masalah penempatan kerja dan mutasi adalah biasanya wewenang penuh dari manajemen Perusahaan. Apalagi jika karyawan tersebut sudah menandatangani kesepakatan kerja yang biasanya diminta untuk ditandatangani di awal kontrak kerja penerimaan karyawan. Sehinggga apabila karyawan menolak suatu mutasi atau penempatan maka tindakan karyawan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai pengunduran diri sesuai Pasal 168 UUK, karena karyawan tersebut dianggap melanggar perjanjian kerja.

Kembali ke dalam kasus Ibu, seandainya benar perusahaan akan melakukan mutasi terhadap Anda dan Anda ingin menolak mutasi tersebut, Anda harus melihat kembali ketentuan dalam Peraturan Perusahaan (“PP”) tempat Anda bekerja atau perjanjian kerja Anda dengan perusahaan. Jika memang menolak mutasi dikualifikasikan sebagai “menolak perintah kerja”, atau melanggar perjanjian kerja, konsekuensinya adalah Anda dianggap melanggar PP atau perjanjian kerja dan dapat digugat ke PHI.

Dalam kasus ini, maka saran saya sebaiknya dilakukan pendekatan-pendekatan kekeluargaan kepada atasan-atasan Anda secara kekeluargaan, atau dapat juga mempergunakan alasan-alasan masalah keluarga sehingga terjadi pemecahan solusi yang terbaik bagi anda dan Perusahaan.

Sehubungan dengan penurunan jabatan, Perusahaan tidak dapat semena-mena menurunkan gaji maupun jabatan tanpa alasan yang jelas. Harus dibedakan antara level jabatan dan si pemangku jabatan. Dalam beberapa kasus untuk beberapa alasan-alasan khusus Perusahaan boleh saja menempatkan seorang karyawan untuk jabatan yang lebih rendah maupun jabatan yang lebih tinggi, tetapi tentunya dalam hal ini sebagai karyawan anda berhak dan sebaiknya menanyakan alasan-alasan penempatan tersebut dengan cara-cara yang baik. Tanyalah apa alasan penempatan tersebut, lalu apa rencana Perusahaan terhadap penempatan diri anda yang saat ini memiliki jabatan yang lebih tinggi kualifikasinya dari jabatan yang anda sandang, bukankah suatu kerugian untuk anda dan perusahaan? Karena Perusahaan menempatkan dan memberikan kompensasi yang lebih tinggi untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih ringan? Tunjukkanlah bahwa Anda cukup mengerti mengenai masalah SDM ini dan katakan bahwa sebaiknya Perusahaan berhati-hati terhadap hal-hal yang bertendensi merendahkan martabat dan hak-hak asasi karyawan sebagai manusia.

Pertanyaan kedua adalah mengenai gaji atau kompensasi. Undang-undang Ketenagakerjaan mengatur mengenai gaji dalam istilah “upah” yang diantaranya diatur dalam Pasal 53 (menyangkut Hubungan kerja) dan Pasal 92 (menyangkut tata cara pengupahan). Pengaturan mengenai upah biasanya diperjelas di dalam Peraturan Perusahaan atau Kesepakatan Kerja Bersama. Pada umumnya adalah hak Perusahaan untuk mengatur dan memberikan kompensasi kepada seorang karyawan. Dalam informasi yang Ibu sampaikan mungkin dapat saja terjadi karyawan yang baru diberikan kompensasi lebih tinggi dari karyawan lama dengan beberapa alasan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya adalah kualifikasi kompetensi, pengalaman kerja, dan khususnya harga market sehingga mendorong karyawan baru untuk untuk masuk kedalam range yang lebih tinggi. Dalam pengalaman saya hal tersebut terjadi karena budget internal tidak bergerak secara progressive seiring dengan kecepatan harga market karena terbatasnya budget penyesuaian gaji Perusahaan. Perusahaan juga seringkali tidak melakukan kajian-kajian mengenai pergerakan market dengan baik dan benar. Menuntut penyetaraan gaji adalah hal dan tindakan yang wajar dari karyawan, tetapi sebaiknya aspirasi Ibu disampaikan dengan baik melalui jalur yang resmi yaitu atasan maupun ke bagian HR.

Pertanyaan ketiga menyangkut permohonon KPR, menurut saya wajar saja untuk dimintakan ke atasan atau melalui HRD. Kembalilah mengacu kepada PP dan PKB dan pakailah kedua hal tersebut  sebagai referensi yang paling kuat untuk meminta persamaan perlakuan. Perusahaan tidak diperbolehkan mengingkari atau tidak menepati hal-hal yang sudah disepakati di dalam PKB atau sudah dituangkan di dalam Peraturan Perusahaan. Peraturan Perusahaan biasa diturunkan kedalam turunan-turunan kebijakan maupun Petunjuk Pelaksanaan di bagian HR yang harus disosialisasikan ke seluruh karyawan.

Akhirnya, saya ikut mendoakan semoga Ibu dapat melewati masa-masa yang sulit dengan baik. Ingatlah bahwa bukan atasan yang dapat menentukan bagaimana karir dan masa depan anda tapi setiap karyawanlah yang bertanggung jawab terhadap masa depannya sendiri. Saya secara pribadi lebih menyukai karyawan yang secara kritis bertanya dan menuntut disamakan hak-haknya, karena itu artinya dia siap diminta timbal baliknya dengan menunjukkan prestasi yang terbaik,

Tetap semangat dan sukses selalu,

Kris

 

Tags: , ,