Apakah Coaching Sama Dengan Review Kinerja?

Andin-Andiyasari-Career-Coach

Pertanyaan :

Maaf sebelumnya, saya Muhammad Wildan. Saya ingin bertanya, apakah coaching dan review kinerja, berbeda atau sama? Karena bila saya cek masing – masing pengertian antara coaching dan review kinerja, isinya hampir sama yaitu meningkatkan kemampuan karyawan dengan memberi masukan atau tugas tambahan. Terima kasih atas jawabannya.


Jawaban :

Halo Pak Wildan,

Dalam konteks organisasi bisnis, dapat dikatakan bahwa coaching dan review kinerja memiliki tujuan yang hampir sama, yakni meningkatkan kemampuan kerja dan/atau mewujudkan potensi profesional seseorang.  Akan tetapi, bila dilihat dari prosesnya, coaching dan review kinerja memiliki proses yang sama sekali berbeda.  Coaching tidak memberikan masukan ataupun tugas tambahan, sebagaimana yang dilakukan dalam proses review kinerja.  Coaching membangun pendekatan melalui komunikasi yang intens dan dialogis antara coach dan coachee, yang diharapkan dapat membangkitkan kesadaran dalam diri coachee sehingga coachee mau bertindak atas dasar keinginannya sendiri.  Pertanyaan-pertanyaan yang baik akan mendorong coachee untuk menemukan solusi mereka sendiri.  Saat coachee menemukan jawaban mereka sendiri, mereka juga mengembangkan rasa tanggung jawab dan membangun rasa kepemilikan atas hasilnya.  Dapat dikatakan bahwa saat seseorang taking charge atas pilihan yang dibuatnya sendiri, ia akan berupaya ekstra keras untuk mencapai goal-nya.

Coaching merupakan proses yang menyenangkan sekaligus menantang, merupakan proses untuk tumbuh dan berubah ke arah yang lebih positif.  Coaching itu sendiri didefinisikan sebagai proses yang bersifat partnering dalam jangka waktu tertentu, biasanya short-term, dibangun  melaluiinteraksi yang genuine dan saling percayadiantara coach dan coachee,  yang bertujuan untuk mewujudkan potensi personal dan profesional dari coachee.

Bila dilihat dari peran yang dijalankan, peran seorang atasan (manager) adalah meningkatkan performa kerja bawahan, sementara peran seorang coach adalah membangkitkan kesadaran sehingga seseorang bertindak atas kemauannya sendiri.  Memberikan masukan ataupun tugas-tugas tambahan  selama review kinerja adalah yang paling sering dilakukan oleh manager.  Mengingat manager bertanggung jawab terhadap performa tim, seringkali pendekatan yang sama digunakan oleh manager untuk setiap bawahannya, yakni memberikan masukan dan menambahkan tugas-tugas baru.  Padahal belum tentu itu yang dibutuhkan oleh bawahan.

Seorang atasan yang mampu berperan sebagai coach yang baik, akan mengembangkan proses dialogis, dimana ia akan banyak bertanya dan mendengarkan.  Proses coaching memungkinkan atasan menggunakan cara-cara yang berbeda untuk mengembangkan performa kerja masing-masing bawahannya. Dengan pendekatan coaching, seorang atasan akan lebih mampu menggerakan bawahan sehingga tujuan tim akan lebih mudah tercapai.  Coaching sendiri adalah skill atau keahlian yang dapat dipelajari oleh setiap manager, melalui training yang tepat seorang manager dapat menjadi coach yang baik.

Dalam realitas saat ini, seringkali manager menyebutkan bahwa proses yang dilakukan adalah coaching, padahal bukan.  Inilah yang mungkin menyebabkan banyak orang menjadi salah kaprah antara review kinerja dan coaching.

Demikian Pak Wildan, semoga bermanfaat.

Salam,

Andin Andiyasari

Career Coach, Founder Konsultankarir.com. Penulis buku My Passion My Career, How to be a Great Supervisor, dan How to be a Great Fresh Graduate

Tags: ,