3 Tahun Kerja, Tidak Ada Kepastian Status

Pertanyaan :

Saya sudah hampir 3 tahun ini bekerja di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Kebetulan perusahaan ini juga baru 3 tahun berdiri. Selama ini saya belum ada penunjukan/keputusan sebagai pegawai tetap/tidak tetap. Oleh karena itu karyawan merasa tidak ada kekuatan hukum sebagai pekerja. 1. Mohon petunjuk apa yang harus saya lakukan? 2. Apakah perusahaan saya telah melanggar hukum ketenagakerjaan? 3. Mohon direkomendasikan lembaga yang menangani pelanggaran hukum ketenagakerjaan


Jawaban :

Bapak XXX,

Kami tidak mengetahui dengan persis bagaimana perjanjian kerja awal Bapak dengan Perusahaan apakah bersifat kontrak (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau Tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu). Berdasarkan UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 pasal 59, maka apabila Bapak karyawan Kontrak (PKWT) dapat diadakan tanpa masa percobaan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.

Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan.

Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaharuan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam penjabaran di atas maka demi hukum menjadi penjanjian kerja waktu tidak tertentu artinya bapak secara otomatis menjadi karyawan tetap.

Sedangkan apabila surat penerimaan Bapak adalah untuk pekerjaan pada posisi tetap di Perusahaan (PKWTT), maka berdasarkan UU Ketenagakerjaan No 13 pasal 60, maka untuk Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan. Selanjutnya di dalam Pasal 63 dijelaskan Dalam hal perjanjian kerja waktu tidak tertentu dibuat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan. Surat pengangkatan sebagaimana dimaksud, sekurang-kurangnya memuat keterangan : a. nama dan alamat pekerja/buruh; b. tanggal mulai bekerja; c. jenis pekerjaan; dan d.besarnya upah. Maka apabila lewat masa 3 (tiga) bulan Perusahaan tidak memberikan kejelasan mengenai pengangkatan Bapak setelah habisnya masa percobaan, maka juga demi hukum bapak secara otomatis menjadi karyawan tetap.

Perlu Bapak pahami adanya jabaran mengenai Ketenagakerjaan secara prinsip utamanya adalah untuk melindungi hak-hak pekerja, maka dalam hal Pengusaha lalai atau melanggar hal-hal yang dipersyaratkan oleh Undang-undang Ketenagakerjaan maka kepentingan Pekerja akan dilindungi oleh Undang-undang dan tentunya memiliki ketetapan hukum.

Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme atau lembaga. Untuk perselisihan mengenai sengketa masalah perburuhan dan hubungan kerja dapat melalui forum bipartite (dibicarakan antara pekerja atau perwakilan pekerja dengan perwakilan perusahaan), mediasi (melalui seorang mediator yang netral), tripartite melalui wakil pekerja, pengusaha dan pemerintah (dalam hal ini biasanya dari kementerian Tenaga Kerja), konsiliasi (Penyelesaian melalui Konsiliator yaitu pejabat Konsiliasi yang diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Tenaga Kerja berdasarkan saran organisasi Serikat Pekerja), atau jika diperlukan melalui Komisi Hak Asasi Manusia dan Pengadilan. Untuk kasus Bapak, sejauh masih ada niat baik Perusahaan, maka kami menyarankan agar masalah pengangkatan ini dibicarkan secara bipartite dengan niat baik, dan semangat kekeluargaan antara wakil pekerja dan wakil perusahaan. Akhirnya kami ikut mendoakan dan berharap semoga masalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

 

Tags: ,