Klaim Biaya Melahirkan Ditolak, Apa yang Harus Dilakukan?

Pertanyaan :

Istri saya melahirkan dan menurut kebijakan kantor istri, klaim biaya melahirkan diajukan kepada kantor suami (saya).

Perusahaan saya berkantor pusat di Singapore, dan memiliki cabang (representative office) di Jakarta berupa PT, tempat saya bekerja sekarang.

Saat saya ajukan, klaim ditolak dengan berbagai alasan:

-performance saya dinilai kurang

-belum satu tahun bekerja

-di Singapore kantor tidak menanggung biaya melahirkan (ditanggung oleh negara)

Sebagai informasi, saya bergabung bulan Mei 2010, dan lulus probation (diangkat jadi karyawan tetap) pada bulan Agustus 2010.

Apakah boleh perusahaan menolak klaim saya (sebagai suami yang menanggung istri dan anak) dengan berbagai alasan diatas?

Dan apakah ada peraturan pemerintah yang mengatur soal ini?

Terima kasih


Jawaban :

Jawaban:

Benefit (kesejahteraan) dalam kasus anda tentang perlindungan kesehatan bagi keluarga (isteri), seharusnya tercantum dalam Peraturan Perusahaan.
Undang-Undang Ketenagakerjaan ( UU No 13 tahun 2003) mewajibkan bahwa perusahaan yang mempekerjakan 10 orang atau lebih wajib membuat Peraturan Perusahaan yang memuat hak dan kewajiban para pihak (pengusaha dan pekerja).

Bila perusahaan tempat anda tidak menyelenggarakan perlindungan kesehatan bagi pekerja dan keluarganya, perusahaan wajib mengikutsertakan anda dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Tentang kasus anda, untuk memperjuangkan hak anda, silakan adukan ke Dinas Tenaga Kerja setempat agar ditindaklanjuti oleh instansi tersebut.
Berdasarkan laporan anda, Disnaker akan memanggil perusahaan untuk diminati keterangan.