Karyawan Dimutasi, Bagaimana Agar Masa Kerja Tidak Dihitung dari Nol Lagi?

Pertanyaan :

Mohon kiranya dapat diberikan bagaimana penyelesaian bila terjadi mutasi atau perpindahan karyawan seperti berikut ini. Misal ada 2 perusahaan dengan status badan hukum sebut saja PT A dan PT B dimana PT A merupakan salah satu pemegang saham terbesar di PT B. Pada awal berdirinya PT A dan PT B yaitu 2 atau 3 tahun yang lalu semua karyawan mempunyai perjanjian kerja dengan PT B, bukan dengan PT A dimana karyawan melakukan perkerjaan atas nama PT A dan PT B tergantung apa yang dikerjakan.

Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya usaha, beberapa karyawan dipindahkan atau dimutasikan untuk bekerja penuh di PT A dan akan dibuatkan perjanjian kerja baru dengan PT A. Agar proses perpindahan berjalan dengan baik dan tidak mengurangi hak-hak karyawan seperti masa kerja tidak dihitung nol, tapi tetap dihitung dari awal masa kerjanya sebelumnya. Mohon kiranya dapat diberikan jalan keluarnya bagaimana sebaiknya dalam perjanjian kerja yang baru dengan PT A, apakah harus dimasukkan suatu klausal yang melindungi masa kerja karyawan yang bersangkutan agar ada kejelasan. Terima kasih.


Jawaban :

Dari perspektif Hukum Ketenagakerjaan, para pihak dalam hubungan kerja di awal berdirinya PT A dan PT B adalah semua pekerja dengan PT B. Suatu saat, setelah 2-3 tahun, beberapa pekerja dari PT B dipindahkan ke PT A.

Sehubungan dengan perpindahan/perubahan status hubungan kerja beberapa pekerja dari PT B ke PT A, bisa dilaksanakan dengan dua opsi:

Opsi 1: para pekerja yang dipindahkan ke PT A, diputuskan hubungan kerjanya dengan PT B, dan dibayarkan semua hak-haknya terkait dengan PHK dengan PT B. Para pekerja kemudian bekerja di PT A dengan masa kerja mulai dari awan (nol tahun).

Opsi 2: para pekerja dipindahkan ke PT A, dengan tanpa dilakukan PHK dari PT B. Para pekerja membuat perjanjian dengan PT B dan PT A secara terpisah.

Perjanjian para pekerja dengan PT B memuat klasula bahwa para pekerja dipindahkan ke PT A (tanpa PHK), dan masa kerjanya di PT A dihitung sejak para pekerja bekerja di PT B. Selain itu syarat-syarat kerja yang berlaku di PT A bagi para pekerja tersebut minimal sama dengan syarat-syarat kerja yang berlaku di PT B.

Perjanjian para pekerja dengan PT A isinya kurang lebih sama dengan pokok-pokok yang diatur dalam perjanjian antara para pekerja dengan PT B. Dengan demikian, setiap pekerja yang bersangkutan telah membuat perikatan dengan PT B dan PT A yang mengatur tentang jaminan hak-hak pekerja bila nanti putus hubungan kerja dengan PT A.